Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bapakku Dukun

Bapakku Dukun

Sosok itu membawa kapak dengan pegangan yang panjang. Mati aku! Bahrul memeriksa bensin di dalam dirijen, bahkan seper-empat saja belum terisi. Ayo lah .... Sosok itu semakin mendekat. Sial! Dia benar-benar membawa kapak. Ayo! Ayo! Ayo!
1076.5K viewsCompletedAdded to Library 2.1K Times as bang cupu
Read
+Library
BATARI

BATARI

Berawal dari kecupan lalu mulai menghujami inti sensitif batari dengan hisapan dan lumatan rakus, menjilat dan menekannya dengan ujung lidah kelentit Batari, Ia mencumbu tiap lapisan labia inti batari yang tebal merah seolah itu adalah makanan ternikmat disemesta. Suara hujan yang menggila di luar seolah tenggelam oleh bunyi kecapan basah dan napasnya yang menderu, menghirup aroma intim Batari yang memabukkan—perpaduan antara wangi tubuh yang hangat dan gairah yang mulai memuncak.
10578 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as bang cupu
Read
+Library
Crush Sang Kapten Basket

Crush Sang Kapten Basket

gumam Alina sambil melirik. Dan benar saja, Kevin datang lagi. Bedanya, kali ini dia membawa dua gelas minuman dingin dan sekantong kertas berlogo toko roti terkenal di kota. Kevin melambai, “Pagi, Lin. Aku nggak ngajak jalan kok, cuma mau nitip sarapan.” Alina menatap curiga. “Nitip sarapan? Itu bahasa lain dari ngajak ketemu kan?”
1.3K viewsOngoingAdded to Library 36 Times as bang cupu
Read
+Library
Bukan Bunga Bakung

Bukan Bunga Bakung

ucap sang pembawa nampan yang kemudian bergegas kembali masuk ruang dalam. “Trimakasih,” Sabda pun menjawab ramah. Aroma kopi itu luar biasa menggoda untuk diraih dan meminumnya, tapi juga menarik-narik Sabda pada nenek dan kakeknya. Ya, aroma kopi Luwak. Kopi yang biasa kakek suguhkan bila Sabda bertandang ke rumah kakek di Banyuwangi.
992 viewsOn holdAdded to Library 33 Times as bang cupu
Read
+Library
Gadis Cupu Milik Sang Kapten Basket

Gadis Cupu Milik Sang Kapten Basket

Jessi menoleh ke arah teman sebangkunya, kedua alisnya bertaut karena rasa penasaran. “Mesra? Maksud lu?” “Jo manggil Cupu pake baby. Sorry Jes, bukan niat gue bikin lu patah hati. Tapi lu harus tahu ini,” jawab Bella penuh simpati. “Lagian lu kan cantik Jes, lu bisa dapet yang lebih baik daripada Jonathan.”
1052.1K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as bang cupu
Show Reviews (53)
Read
+Library
Cleo Voltra
Wih, novel baru nih (≧∇≦) semangat ya kak update babnya hihi Jo sama Rachel pasti sama-sama tertekan setelah tau mereka dijodohin nih. Yang sabar ya kalian wkwk. Aku juga gak nyangka sama Jo, biang kerok kayak dia ternyata pewaris perusahaan Lesham Corp, keren nih. Rachel, Jo, akur-akur ya lu pada
Linda Malik
Terima kasih untuk kalian yang mengikuti karya Gadis Cupu Milik Sang Kapten Basket ini sampai akhir. Beribu rasa terima kasih, aku ucapkan untuk kalian yang sudah mau mendukung dan berkomentar positif. Mohon tunggu untuk karya aku selanjutnya. 🤍
Read All Reviews
Sang Kupu-Kupu Malam

Sang Kupu-Kupu Malam

“Kita sudah terlalu dalam untuk mundur.” Kata-kata itu terasa seperti beban yang semakin berat. Mereka berjalan lebih lama tanpa mengucapkan sepatah kata pun, sampai akhirnya mereka sampai di sebuah bar kecil yang terletak di sudut jalan. Tempat itu tampak sepi, dengan hanya beberapa orang yang duduk di meja. Lampu yang remang-remang menciptakan atmosfer yang gelap dan nyaman, seolah-olah dunia luar tidak pernah ada.
943 viewsOngoingAdded to Library 34 Times as bang cupu
Read
+Library
Hasrat Tersembunyi Suami Cupuku

Hasrat Tersembunyi Suami Cupuku

Menu termahal di caffe tersebut. Gilang memperhatikan Arella tanpa banyak bicara. Saya sedang mengikuti apapun itu yang dilakukan oleh calon istrinya. "Minumannya Nona?" "Lemon tea aja. Less ice ya." "Baik Nona. Saya ulangi pesanannya ya..." Saat Sang waiters sibuk membacakan pesanan mereka, Arella dan Gilang justru saling melempar pandangan satu sama lain.
3.0K viewsOngoingAdded to Library 114 Times as bang cupu
Read
+Library
BENALU

BENALU

Mata Bu Citra melotot sempurna ke arah Bik Karmi. "Maaf, Nyonya. Tapi tadi 'kan Nyonya tidak bilang kalau telur dadarnya tanpa cabe, saya kira semua suka cabe, soalnya kan minta sambel yang pedes juga," jawab Bik Karmi lirih. "Pembantu b***h ya kamu, dibilangin malah ngeles...! Kupecat juga kamu..!" Tangan Bu Citra sudah melayang, bersiap menampar Bik Karmi.
30.9K viewsCompletedAdded to Library 710 Times as bang cupu
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status