Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kapokmu Kapan, Mas?

Kapokmu Kapan, Mas?

Dia juga seperti sedang menahan muntah tetapi tak mampu berbuat hal lain selain menenggak tiga teguk minuman itu. "Itu cairan apa, Mbah?" Aku bertanya. "Itu kopi fermentasi dari tujuh macam kotoran kerbau dengan jenis berbeda," jawab dukun yang lebih banyak diam. Bang Robi yang hendak muntah segera dicegah oleh dukun satunya yang mengancam, "Kalau dimuntahkan, gancet ini tidak akan bisa lepas sampai kapan pun." Entah apa yang ada dalam pikiran Bang Robi. Pasti kesal dan mual sekali rasanya. Entah bagaimana rasanya minuman itu. Aku tak sanggup membayangkan.
1079.8K viewsCompletedAdded to Library 2.8K Times as bang cupu
Read
+Library
BUKAN OB BIASA

BUKAN OB BIASA

Apalagi Adam sudah datang dengan beberapa minuman kesukaan mereka. Satu kelebihan Adam lainnya yang menjadi catatan dalam benak Nadya, Adam sangat cepat dalam menghapal kebiasaan dan kesukaan para karyawan di sana. Sehingga ketika, mereka memesan minuman. Adam bisa langsung paham, minuman seperti apa yang mereka inginkan. "Adam, minumanku mana?" "Siap, tuan putri. Ini minumannya, cappucino dengan gula satu sendok teh, pas. Gak lebih dan tidak kurang."
9.1171.7K viewsOngoingAdded to Library 6.5K Times as bang cupu
Read
+Library
Duda Tampan Canduku

Duda Tampan Canduku

Ayu mengangguk, hatinya merasa senang melihat suasana di luar rumah, aktivitas jalan raya begitu lancar. "Kak, kita ke cafe ya, aku kepingin minum kopi!" bisik Ayu. "Oh oke!" jawab Dika. Entah mengapa Ayu ingin sekali meminum kopi, selama hamil ia tidak pernah meminum kopi, melainkan meminum susu ibu hamil yang penuh nutrisi untuk bayinya. Sesampainya di Cafe, Dika menggandeng Ayu, suasana Cafe begitu ramai sampai harus mengantri panjang di bagian kasir.
1014.0K viewsCompletedAdded to Library 447 Times as bang cupu
Read
+Library
Superhero, Inc. (Bahasa Indonesia)

Superhero, Inc. (Bahasa Indonesia)

sanggah si bongsor. "Iya, nih. Aneh banget si Abang superhero," timpal si cupu. "Emang kalian nggak dimarahin orangtua kalian kalau ketahuan nyerang-nyerang desa begitu?" Tanyaku. "Nggak lah. Mereka juga main," jawab si cupu. "Main? Main apaan?" Aku semakin tidak mengerti. "Game ini," si cupu menunjukkan smartphone miliknya. Layarnya menampilkan sebuah game perang antar desa.
1012.5K viewsOngoingAdded to Library 274 Times as bang cupu
Read
+Library
Mertua Bengis dan Pilih Kasih

Mertua Bengis dan Pilih Kasih

Bang Bagas tiba-tiba datang ke kamar membawakan secangkir kopi cappuccino bersama keripik kentang kesukaanku. "Sayang, ini aku buatkan kamu kopi plus camilannya, kamu capek kan? Aku pijitin deh nanti, hari ini spesial untuk kamu, walaupun aku capek, tapi aku ingin buat istriku senang." Tutur Bang Bagas meletakkan secangkir kopi dan keripik kentang itu di atas nakas. "Waah, terima kasih, Bang! Sering-sering aja kayak gini." Kekehku.
2.8K viewsOngoingAdded to Library 91 Times as bang cupu
Read
+Library
Gadis Di Ujung Cangkir

Gadis Di Ujung Cangkir

Pagi yang cerah, burung-burung saling berkelakar tentang caranya berenang jika terjadi banjir di kota ini. Daun-daun kering berlarian mengitari batang pohon yang berdiri kokoh di taman kota. Seorang pria duduk dengan memegang pensil yang dia gunakan untuk membentuk sebuah gambar sketsa. Perlahan-lahan gambar itu terlihat seperti seorang gadis yang berada di pojok ruangan dekat jendela. Rambut hitam yang tergerai mengombak seperti ombak laut selatan, indah dan berkilau. Asap kopi yang menipis pertanda kopi mulai kedinginan, pria itu melihat cup kopi yang mulai menggigil, lalu menangkapnya dalam genggaman, dan “sruput!” suara yang terdengar dari pria itu pada kopi yang sekarang sudah habis.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as bang cupu
Read
+Library
Cintaku Padam Bersama Kobaran Api

Cintaku Padam Bersama Kobaran Api

Yang tersisa secara fisik, kusiapkan untuk kubakar habis. Tiba-tiba, sebuah pesan anonim muncul di layar ponsel. Foto itu langsung menusuk mataku. Vincent berbaring di sisi Avril yang tengah tertidur dalam keadaan mabuk. [ Padahal dia ada sakit maag, tapi tetap bantu aku nahan minuman dari orang lain. Kakak nggak akan nyalahin aku, 'kan? ]
7.4K viewsCompletedAdded to Library 147 Times as bang cupu
Read
+Library
BUKAN KUMPUL KEBO

BUKAN KUMPUL KEBO

Karena semalam Rey tidak pesan minta di buat kan masakan apa untuk hari ini. Putri juga tak lupa membuat kan kopi untuk Rey. Menaruh nya di meja ruang tamu. Saat bangun. Rey mencium wangi aroma kopi hangat. Juga nasi goreng yang menggugah selera. Dan Dia buru-buru untuk mandi. Setelah mandi dan berganti baju. Rey menikmati kopi hangat yang di buat oleh Putri. Nikmat sekali. Takaran nya pas. Sesuai selera nya.
1.7K viewsCompletedAdded to Library 61 Times as bang cupu
Read
+Library
Putra Putri Bunga

Putra Putri Bunga

Ray lalu menarik cangkir teh itu sekaligus nampannya. “Basi? Teh di sini tidak mungkin basi, itu diolah langsung dari kebun Erlangga,” Arga mencoba menjelaskan, tapi Ray tidak peduli dan malah bersiap pergi. Arga bersikeras, dia merebut cangkir dari atas nampan dan membuat Ray terbelalak. Ketika Arga dengan cepat mengarahkan cangkir teh itu ke mulutnya, Ray menjatuhkan nampannya dan seketika menepuk cangkir itu sampai terlempar ke atas rumput. Ketika dilihatnya Arga terdiam kaget, dia menghela napas dan menggaruk belakang kepalanya. “Kau itu benar-benar merepotkan.”
103.7K viewsOngoingAdded to Library 131 Times as bang cupu
Read
+Library
Terpaksa Satu Atap

Terpaksa Satu Atap

Sapa si Bang Sat. "Hehe... Iya Bang, ini tadi cuma kepagian datangnya. Ya sudah, mending ngopi aja dulu." Jawab Yuana beralasan. "Owh... Mau saya buatin Mbak?" Tawar Bang Sat. "Boleh, tapi aku gak mau kopi item. Latte ada kan Bang?" Jawab Yuana seraya bertanya. "Ada Mbak, mau yang dingin apa yang panas?" Tanya Bang Sat sambil mengambil cofe latte sachet di rak khusus minuman.
10800 viewsOngoingAdded to Library 22 Times as bang cupu
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status