Menikah dengan Tetangga Jutek
Kasur lipat, bantal, dan guling juga di jemur.
Melihatnya sibuk seperti itu, aku jadi terpana. Meski sebenarnya aku tahu dari dulu sikapnya memang begitu. SIgap dan ringan tangan. Tapi, kenapa aku baru menyadari dan memikirkannya? Dulu, bagiku itu biasa saja.
“Nanti malam, kita tidur gimana?” tanyaku di sela-sela aktifitas Mas Gilang. Kalau sampai kasur belum kering, mengingat sepertinya cuaca agak mendung.