Ibu Susu Polos Pak Boss
Nayla tersenyum, segera menarik meja dan menata makanan kesukaan Matilda dengan hati-hati, seolah sedang menyiapkan jamuan istimewa.
Tak lama kemudian, pintu kamar diketuk pelan. Surti muncul setelah dijemput Pak Gani, tangannya penuh tentengan. Ada tas pakaian salin Matilda, dan dua bantal besar dengan sarung kuning terang—mencolok, jelas bukan milik Matilda.
“Lho?” Matilda mendelik, matanya menyipit. “Ngapain bawa bantal segala, Ti? Itu bantal siapa?”