WARISAN DARI BAPAK
Ternyata, Lek Aji ke sini membawa tongkat supaya Bapak bisa berjalan meskipun sedikit demi sedikit.
"Kamu, Na," sapa Bapak pada Ibu.
"Iya, Pak."
Setelah Bapak duduk, Mas Suryo memulai pembicaraan. Bapak hanya mendemgarkan tanpa menyela sepatah katapun.
"Jadi gimana, Pak? Bapak mau, tinggal di rumah kami?"
Bapak mengangguk meskipun ada keraguan di manik hitamnya. Mas Suryo mengucapkan hamdallah.