Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bukan Istri Pilihan Ibumu

Bukan Istri Pilihan Ibumu

Membuka papper bagnya lantas menunjukan mainannya pada Winarti. Kening Winarti berkerut bingung meraih box boneka barbie dari tangan Rehan. “Boneka barbie? Kenapa kamu beli boneka barbie? Ini bukannya untuk anak perempuan?” tanya Winarti pada Rehan.
5.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 227 kali sebagai barbie peri
Baca
+Pustaka
DILAMAR PRIA YANG PERNAH MENOLAKKU

DILAMAR PRIA YANG PERNAH MENOLAKKU

"Kado buat anak umur empat tahun, apa ya, Mbak yang cocok?" "Laki-laki perempuan?" "Perempuan." "Sebelah sini, Bu." SPG itu mengajak Ratih ke lorong khusus mainan anak perempuan. Setelah melihat-lihat sejenak, akhirnya, Ratih mantap. Sepertinya barbie lengkap dengan pakaian gantinya cocok. Dulu Ratih sangat menginginkannya. Sayangnya, orangtuanya tak pernah membelikannya. Dia hanya diijinkan main bersama sepupunya. Memiliki barbie sendiri adalah impiannya.
9.6253.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.1K kali sebagai barbie peri
Baca
+Pustaka
Istri Cantik CEO

Istri Cantik CEO

Naluri ingin membelinya tersirat di benak Leonardo. "Pak, mainannya berapa?" Tanya Leonardo. "Beda-beda nak. Mau beli mainan yang mana?" Tanya bapak tua tersebut. "Barbie ini pak." Leo menunjuk boneka barbie di depannya. "Itu lima belas ribu nak." "Saya ambil barbienya pak. Bapak setiap hari jualan disini?" Tanya Leonardo mulai penasaran.
5.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 205 kali sebagai barbie peri
Baca
+Pustaka
Peri Kecil Tuan Allen

Peri Kecil Tuan Allen

Kenzi pun melakukannya, mengangkat tubuh itu tinggi hingga Kenra tergelak karena di angkat ke atas. "Kenapa belum tidur? Hem!" "Karena tidak mengantuk, Daddy," jawabnya gemas, "Dad, Kenra baru saja menonton serial barbie di ponsel, mommy!" Ia menceritakan film yang baru saja di tontonnya. Ralin menggelengkan kepalanya, Kenra memang sangat suka bercerita terutama dengan orang yang dekat dengannya. Kenzi mendudukkannya di atas ranjang, "Oh ya, mana barbienya?" Kenzi pura-pura penasaran.
1033.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai barbie peri
Baca
+Pustaka
Perjanjian Terlarang

Perjanjian Terlarang

Abihirt menghabiskan banyak uang hanya untuk menyenangkan Lore dan Arias. “Daddy, apa semua ini untuk kami?” Lore bertanya dengan lembutnya. Moreau menipiskan bibir tanpa sadar menyadari ke mana arah tatapan gadis kecil itu. Ada boneka barbie, sepaket dengan pelbagai perlengkapan seperti aksesoris dan pakaian. Lore benar – benar akan sangat menyukainya. “Tentu saja.”
1031.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai barbie peri
Baca
+Pustaka
Perfect Mommy

Perfect Mommy

Terlebih lagi jika belum mengenal dengan baik. Mama Chika membawa Lora masuk, sedangkan Cia mengantarkan Raven ke depan rumah. Tepat saat mengantar Raven sebuah mobil box datang. Terlihat orang-orang datang dengan membawakan banyak mainan sebuah rumah barbie. “Kak,” panggil Cia. “Kata orang anak suka barbie, jadi aku pikir aku belikan rumah barbie.” Cia tersenyum. “Terima kasih,” jawabnya.
9.872.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai barbie peri
Baca
+Pustaka
Ratu barbarku

Ratu barbarku

Berani sekali mereka menertawakanku! "Aku serius." "Ya ya.. Kami percaya." Aku memutar bola mata. "Apa gadis yang menyelamatkan Victor memberikan Victor sesuatu untuk di simpan?" Kasim Deren mengangguk cepat. "Sebuah jepit rambut?" Lagi-lagi Kasim Deren mengangguk. "Dengan hiasan bunga sakura warna merah muda?" Kasim Deren memelototkan matanya. "Bagaimana Yang Mulia bisa tau?"
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai barbie peri
Baca
+Pustaka
Status Kontrak dengan Kakak Angkat

Status Kontrak dengan Kakak Angkat

Azila mencoba menenangkan dengan membawa wanita itu mendekat ke arah tempat boneka. Hampir setiap hari para pekerja di rumah itu, harus menyusun kembali boneka dengan urutan yang benar. Di posisi paling belakang ada Teddy Barry si beruang coklat besar, boneka paling besar di antara semuanya. Di sampingnya ada Teddy Honey, beruang wanita berwarna kream yang memakai topi fascinator. Sebuah topi ala bangsawan Inggris yang biasanya berupa hiasan rambut yang rumit dan hanya digunakan di satu sisi kepala. Di sampingnya ada Teddy qris, Si beruang paling kecil berwarna senada dengan Teddy Honey. Memakai gaun berwarna pink dengan beberapa ornamen pita dan sebuah berlian yang tersemat pada bros kecil
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai barbie peri
Tampilkan Ulasan (8)
Baca
+Pustaka
Arwend Arau
Hai, selamat datang di cerita pertama Arwend Arau. Terima kasih yang sudah baca dan meramaikan cerita ini. Jangan lupa tinggalkan ulasannya ya. Ulasan yang positif dan membangun supaya lebih semangat lagi untuk up cerita, ...
Herti Herti
cerita nya aku suka,sepertinya akan banyak sekali rahasia didalam ceritanya,dan bikin penasaran,saya suka nama tokoh nya,semangat terus Thor semoga kisah nya menginspirasi banyak orang,dan tetap sehat agar bisa terus berkarya tentunya,dan memberikan semangat kpda semua orang untuk membaca...️
Baca Semua Ulasan
Bayi Bungkus (Aku Terlahir dengan Mata Batin) (INDONESIA)

Bayi Bungkus (Aku Terlahir dengan Mata Batin) (INDONESIA)

Menghadirkan atmosfer mencekam yang membuat siapa pun enggan keluar rumah. Gadis berbaju setelan kaos dan celana bercorak doraemon biru terjaga dari waktu tidurnya. ia tak sendiri. Boneka barbie hadiah dari Sapardi menemani. Boneka itu berambut pirang. Semakin cantik dengan gaun yang membalut tubuh plastiknya. Ketika semua penerangan berada dalam mode off, ia membiarkan penerangan kamarnya tetap benderang.
1011.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 435 kali sebagai barbie peri
Baca
+Pustaka
Membuang Lelaki Sampah!

Membuang Lelaki Sampah!

"Alhamdulillah mbak. Sangat betah. Temannya banyak, jadi bisa bercanda- canda" Aku menganggukkan kepala. Lalu melirik gadis kecil di belakang Siti. "Aisyah...," Aku memanggil gadis kecil itu. Saking seriusnya dia memakaikan bonekanya sepatu, dia sampai tak perduli siapapun. "Bunda. Isah ambil ini" dia memperlihatkan barbie dengan rambut kecoklatan. "Cantik. Seperti Umi ya?" Aku memujinya.
1057.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai barbie peri
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status