Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pembalasan Menantu Terkuat

Pembalasan Menantu Terkuat

tawar Ari sambil memberikan satu kaleng soda kepada Bara yang diambilnya dari dalam kulkas. "Saya merasa dicurangi, Ri," ujar Bara sambil membuka penutup kaleng dengan tangannya. "Sabar pak, kan seperti yang bapak pernah bilang. Kayu itu semakin tinggi ya anginnya semakin kencang. Anggap aja bapak saat ini sedang berada dipuncak, jadi ya tahulah anginnya kencang banget pastinya," canda Ari sambil terkekeh.
1016.4K viewsCompletedAdded to Library 605 Times as baruang kanu ngarora
Read
+Library
Bukan Bunga Bakung

Bukan Bunga Bakung

tegur pak Pur, bapaknya Diandra pada sang istri yang tengah senyum-senyum baca tulisan anaknya. “Ini lho pa. Di, di tengah keruwetan masih juga mencoba mbikin ibunya senyum,” jawab bu Rarah sambil menyodorkan telpon genggamnya pada sang suami. Kini giliran pak Pur yang tersenyum. Potongan-potongan obrolannya waktu Diandra kecil dan remaja tiba-tiba kembali menjelma. “Nduk, bunga-bunga ini namanya sama, Bakung. Hampir semuanya cantik-cantik,” ucap pak Pur pada Diandra kecil.
897 viewsOn holdAdded to Library 34 Times as baruang kanu ngarora
Read
+Library
MAAF, ANAK IBU CUMA GURU SD!

MAAF, ANAK IBU CUMA GURU SD!

Sekelebat bayangan kebersamaan kami, memaksa hadir kembali dan berputar-putar di kepala. *** “Jingga … lihat ini … Ada dua tangkai mawar di tanganku … kamu tahu gak mana yang paling cantik?” Bara menatapku lembut. Waktu itu dia mengejarku berlari ke parkiran kampus ketika jam kuliah sudah selesai. “Hmmm … yang ini.” Aku menunjuk tangkai mawar merah yang dia pegang. “No! Salah! Yang paling cantik tuh, kamu!” bisiknya dengan senyuman lembut dan sorot mata hangat.
10116.5K viewsCompletedAdded to Library 4.3K Times as baruang kanu ngarora
Read
+Library
Legenda Tongkat Semesta

Legenda Tongkat Semesta

ucap Galuh, sehingga keduanya turut duduk bergabung di satu meja “Ini sangat nikmat sekali, apa kalian tahu nama makanannya?” tanya Galuh pada mereka. “Tentu Tuan Galuh, itu kuah mie, bahan dasarnya adalah umbi Porang,” jawab Bawana. “Begitu rupanya, apakah umbi Porang ini ditanam atau tumbuh liar ?” kembali Galuh bertanya. “Umbi itu tumbuh di hutan-hutan wilayah kerajaan Manarah, Tuan, paling banyak di wilayah timur perbukitan yang dekat dengan pantai,” jelas Bawana.
1013.4K viewsCompletedAdded to Library 389 Times as baruang kanu ngarora
Read
+Library
Barraberee

Barraberee

Aku mendesah lega, karena pilihan beliau memang nggak salah. “Gugup banget, kayaknya.” Aku terkesiap saat Om Barra berbisik di telingaku. Ternyata dia udah berdiri di sampingku, karena yang lain sudah bubar jalan menuju halaman belakang villa ini. Katanya ada acara barbeque. “Nggak usah tegang, santai saja. Mereka cuma bercanda kok, tadi. Sejak awal, mereka sudah tahu, siapa calon yang dimaksud.”
102.5K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as baruang kanu ngarora
Read
+Library
ZOE

ZOE

Mata mereka bertemu dalam satu titik, "Hewan apa yang punya banyak keahlian?" Keningku berkerut mendengar pertanyaan Sora. Sedang On Ji tersenyum pemuh kemenangan, "Kukang." Jawabnya lantang. Wait, kukang? "Sayuran apa yang susah dilupakan?" "Bayam." Crazy! Apa yang mereka bicarakan? "Ikan yang bisa terbang?" "Lele." Sora tersenyum penuh, tangannya terbuka lebar, "Welcome home big brother!"
106.4K viewsOngoingAdded to Library 165 Times as baruang kanu ngarora
Read
+Library
Wanara

Wanara

saran Ki Ageng menambahkan. Wanara mengerutkan kening sambil manggut-manggut. Sejatinya, ia sedang menilai kalimat yang diucapkan oleh gurunya. Setelah terdiam sejenak, Wanara menarik napas dalam-dalam. Lantas, ia pun bertanya, "Di manakah barak mereka, Guru? Aku akan mendatanginya, aku akan membuat perhitungan dengan mereka?" "Di pesisir utara, tepatnya di sebuah desa yang dekat dengan hutan bakau," jawab Ki Ageng Jayamena lirih.
1050.3K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as baruang kanu ngarora
Show Reviews (99)
Read
+Library
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang promo y thor KSATRIA PENGEMBARA. Seorang pendekar dari Jawa Dwipa yang mengembara keseluruh penjuru dunia untuk menempa kekuatan dalam pertarungan dengan para pendekar hebat dari semua penjuru negara. Pastinya kisah ini akan sangat menarik untuk diikuti. Jangan lupa mampir y. T'Kasih
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
Sang Pengubah Takdir

Sang Pengubah Takdir

Ia pun pernah mendengar obroal tentang hal itu saat ada perjamuan antar para pengusaha di wilayah utara. ‘Ah, lain kali saja… masih ada beberapa hal yang bisa aku jual dengan harga mahal. Di sini ada banyak sekali pohon kelapa. Harganya murah. Tapi jika aku olah menjadi minyak dan batoknya aku jadikan arang, lagi-lagi tuan Wang Chen pasti berminat untuk membelinya. Atau aku juga sekalian saja mencari belerang?’ ucap Rangga dalam hati. Sayang sekali gunung api sangat jauh dari desa yang dihuni oleh Rangga. Maka ia memilih untuk menundanya.
1080.2K viewsCompletedAdded to Library 2.0K Times as baruang kanu ngarora
Read
+Library
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Prosesi pedang pora, pernikahan ala militer. Dalam barisan itu, tak sengaja pandanganku menangkap wajah lelaki yang dulu pernah singgah mengisi ruang kosong dihatiku. Mas Brian. Mas Brian juga prajurit lainnya menghunuskan sangkur membentuk gerbang yang akan kulalui bersama Mas Adry. Konon, itu melambangkan bahwa, dengan bersikap dan berjiwa ksatria, kedua mempelai akan selalu siap untuk mengatasi segala rintangan hidup. Yang akan menghalangi dan akan menghambat perjalanan bahtera kehidupan mereka.
103.0K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as baruang kanu ngarora
Read
+Library
Istrimu, Bukan Kekasihmu

Istrimu, Bukan Kekasihmu

BARRAM : Kayanya gue perlu minum tolak anggin, biar lo nggak nyebut gue bodo lagi. ME : Nape dah? Baper lo? BARRAM: Karena orang yang pintar, minum tolak anggin. Gue mencoba mengerti apa maksud Barram, dan seketika tawa tercipta di wajahku. ME : Lo balik dari Jerman makan micin berapa banyak? Barram : Ailuna juga perlu minum tolak anggin. “Kenapa belum tidur?”
101.5K viewsOngoingAdded to Library 37 Times as baruang kanu ngarora
Read
+Library
PREV
123456
...
8
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status