تصفية بواسطة
تحديث الحالة
الجميعمستمرمكتمل
فرز
الجميعشائعتوصيةمعدلاتتحديث
Barra's Mine

Barra's Mine

Senna tidak pernah menyangka bahwa keputusannya untuk memberikan Hanggara kesempatan kedua bisa membuatnya memiliki satu keluarga yang melimpahinya dengan cinta. "Kenapa masih berdiri di situ? Ke sinilah." Hanggara memberikan isyarat melalui mata agar istrinya mau duduk bersama dengan dirinya. Oh, jangan lupakan, Hanggara begitu merindukan aroma Senna dan ingin segera menyelesaikan semua urusannya dengan cepat bahkan dirinya meminta Kian untuk menggantikan perannya. Bertemu dengan klien dari Eropa, orang-orang yang membutuhkan buah mangganya agar bisa diekspor ke negara mereka. Ada Kane Mitsuko yang sebenarnya sedang menjalankan tugasnya sebagai ahli waris selain dirinya yang kini berada di
103.9K وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 129 مرة ضمن baruang kanu ngarora
قراءة
+مكتبة
Jiwa Yang Tertukar

Jiwa Yang Tertukar

Mereka cuma tahu cara menggenggam erat uang. Misi ketiga ke rumah Pak Tajam kami lakukan setelah salat. Kata Mas Abraham Pak Tajam dan keluarganya sangat percaya primbon dan segala jenis mitos. Entah apa jurus yang akan dipakai olehnya agar Pak Tajam nanti mau pindah. Rumahnya paling ujung gang dekat sungai, mana ada barongan pula. Tahu belum apa itu barongan? Barongan itu rumpun bambu. Sering tumbuh di sekitar sungai.
1011.7K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 292 مرة ضمن baruang kanu ngarora
قراءة
+مكتبة
Bara di Balik Mahar

Bara di Balik Mahar

Beberapa lukisan terpajang di dinding sekitar ruang makan. Kanaya duduk di kursi yang ditunjuk oleh Rahma. Tidak ada siapa-siapa di sana. Kanaya menatap meja makan yang sudah terisi banyak makanan. Ada nasi goreng, aneka buah, roti, telur, dan kue-kue. Ia melihat ke depannya. Di depannya ada jendela besar yang dihiasi tirai ungu yang menjuntai ke bawah. Di luar tampak sebuah taman, dan di sebelah taman terdapat sebuah kolam renang yang tak terlalu besar. “Sudah lama?” suara Devano menyadarkan Kanaya.
10312 وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 10 مرة ضمن baruang kanu ngarora
قراءة
+مكتبة
JASA PIJAT BRONDONG NAKAL

JASA PIJAT BRONDONG NAKAL

“Oh gitu? Ya sudah, Bu, sama masuk dulu.” Waktu melangkan, Bara harus menghindari buah-buah matoa yang menaungi jalan yang dilewatinya. Begitu pun saat melewati jambu dersono di dekat pohon matoa, ia sedikit mengelakkan kepalanya. Buah dari dua pohon buah-buahan itu berbuah rendah, karena memang belum begitu tinggi. Jika tidak dihindari maka kepala akan merontokkan buah-buahan yang seharusnya sudah bisa dipanen itu. Oh ya, Bara tidak menceritakan tentang profesi sambilannya sebagai seorang ahli pijat-urut kepada Bu Yasmin, kendati ia akan masih terus menerima pesanan untuk menjalankan profesinya itu. Tampaknya apa yang dilakukan oleh Bara itu terlihat oleh Bu Yasmin, dan itu membuatnya ters
3.5K وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 97 مرة ضمن baruang kanu ngarora
قراءة
+مكتبة
Saga Sang Gagak Barong

Saga Sang Gagak Barong

“Terima kasih atas kehadiran kalian semua disini. Kalian adalah bagian dari keluarga besar Gagak Barong. Saya paham kita semua bekerja keras dan berkorban demi kebaikan bersama dengan peran kita masing-masing. Untuk itu, mari bersulang untuk organisasi kita.” Wignya Shuman memberikan segelas champagne yang baru saja disiapkannya untuk Guntur. Yang lain kemudian memegang gelas mereka masing-masing. “Demi kejayaan Gagak Barong!” ujar Guntur tegas. Mereka semua mengulangi kalimat Guntur dan bersulang dengan gembira.
1.4K وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 27 مرة ضمن baruang kanu ngarora
قراءة
+مكتبة
ISTRI SIRI SUAMIKU TERNYATA KAKAK IPARNYA SENDIRI

ISTRI SIRI SUAMIKU TERNYATA KAKAK IPARNYA SENDIRI

balasnya sembari menelitiku dari ujung kaki sampai ujung kepala. "Ngapain, Bar?" Tiba-tiba Mas Arga muncul pula di belakangku. "Eh, Ga. Katanya Karen sakit, makanya gue cek ke sini," balas Bara sembari meringis kecil. Dia membawa sekeranjang buah yang mungkin akan dia berikan untukku. "Karen hamil anak gue, Bar," balas Mas Arga pendek membuat kedua mata Bara membulat seketika.
9.579.8K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 2.2K مرة ضمن baruang kanu ngarora
قراءة
+مكتبة
Anak Jendral dan Desa Penyamun

Anak Jendral dan Desa Penyamun

jelas Banar, jemarinya menujuk letak demi letak ladang milik bosnya Saat selesai melihat lihat ladang, Bara kemudian kembali dan beristirahat di rumah itu, saat dia berbaring di kamarnya tiba tiba pikirannya teringat lagi dengan ucapan Banar "Kalau mau ngecek ladang, jangan lupa bawa parang. Soalnya banyak orang rese disini." Bara memang anak jendral, tapi kalau untuk keluar rumah membawa sajam itu hal yang ilegal bukan? Tak semestinya di lakukan.
2.1K وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 77 مرة ضمن baruang kanu ngarora
قراءة
+مكتبة
Pembalasan Menantu Terkuat

Pembalasan Menantu Terkuat

tawar Ari sambil memberikan satu kaleng soda kepada Bara yang diambilnya dari dalam kulkas. "Saya merasa dicurangi, Ri," ujar Bara sambil membuka penutup kaleng dengan tangannya. "Sabar pak, kan seperti yang bapak pernah bilang. Kayu itu semakin tinggi ya anginnya semakin kencang. Anggap aja bapak saat ini sedang berada dipuncak, jadi ya tahulah anginnya kencang banget pastinya," canda Ari sambil terkekeh.
1017.1K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 632 مرة ضمن baruang kanu ngarora
قراءة
+مكتبة
Bukan Bunga Bakung

Bukan Bunga Bakung

tegur pak Pur, bapaknya Diandra pada sang istri yang tengah senyum-senyum baca tulisan anaknya. “Ini lho pa. Di, di tengah keruwetan masih juga mencoba mbikin ibunya senyum,” jawab bu Rarah sambil menyodorkan telpon genggamnya pada sang suami. Kini giliran pak Pur yang tersenyum. Potongan-potongan obrolannya waktu Diandra kecil dan remaja tiba-tiba kembali menjelma. “Nduk, bunga-bunga ini namanya sama, Bakung. Hampir semuanya cantik-cantik,” ucap pak Pur pada Diandra kecil.
996 وجهات النظرفي الانتظارأُضيف إلى المكتبة 38 مرة ضمن baruang kanu ngarora
قراءة
+مكتبة
MAAF, ANAK IBU CUMA GURU SD!

MAAF, ANAK IBU CUMA GURU SD!

Sekelebat bayangan kebersamaan kami, memaksa hadir kembali dan berputar-putar di kepala. *** “Jingga … lihat ini … Ada dua tangkai mawar di tanganku … kamu tahu gak mana yang paling cantik?” Bara menatapku lembut. Waktu itu dia mengejarku berlari ke parkiran kampus ketika jam kuliah sudah selesai. “Hmmm … yang ini.” Aku menunjuk tangkai mawar merah yang dia pegang. “No! Salah! Yang paling cantik tuh, kamu!” bisiknya dengan senyuman lembut dan sorot mata hangat.
10117.4K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 4.3K مرة ضمن baruang kanu ngarora
قراءة
+مكتبة
السابق
1234567
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status