KEMBALINYA SANG RATU
---
Rapat Adat di Baruga: Sumpah dan Gelar Penista
Di Baruga, atap daun kelapa berderak diterpa angin malam. Cahaya hologram memantul di wajah-wajah yang tegang. La Ode Harimao berdiri di tengah, tangannya menggenggam piring keramik kuno. “Siapa merusak tanah adat,” suaranya menggema, “akan kami gelari sesuai dengan kerusakannya; jika kau atau rakyat di masa kepemimpinanmu menebang pohon kenari, maka gelarmu adalah Miantu'u Kanari. Namamu terpahat di Batu Tombolo, dikutuk arus pasang-surut!"