Wiro sang Penakluk
Matanya tertuju pada *bathtub* besar di sudut kamar mandi—bak mandi oval berlapis marmer putih dengan *jet* air hangat yang mengundang.
"Wiro," panggil Viana, menggandeng tangan pemuda itu. "Ayo kita berendam. Aku ingin kamu lagi, tapi kali ini dengan pelukan erat... di dalam air hangat."
Wiro mengangguk mengerti. Mereka mematikan *shower*, dan Viana membuka keran *bathtub*. Air hangat mulai mengisi, busa sabun beraroma vanila mengembang lembut, memenuhi kamar mandi dengan keharuman yang menenangkan. Viana menuangkan sedikit *bath oil* yang membuat air semakin licin dan beraroma.