KEBANGKITAN PUTERA JAYANTARA
Saat ketegangan mencapai puncaknya dan para penyerang mulai mengangkat senjata mereka untuk menyerang, tiba-tiba sesuatu terjadi di tangan Jaya.
Batu permata yang dipegangnya tiba-tiba berdenyut dengan ritme yang kuat dan teratur, seolah memiliki detak jantung sendiri. Cahayanya yang tadinya lembut dan berwarna-warni meledak menjadi lebih terang, memancarkan sinar putih keemasan yang menyilaukan mata. Energi yang mengalir di dalam tubuh Jaya—yang selama ini ia latih secara perlahan—tiba-tiba meningkat secara drastis, berputar lebih cepat dan lebih kuat, seolah menemukan sumber kekuatan yang telah lama hilang.