Menuju Matahari
“Aku lapar. Ayo, Jaladri! Kita rnakan-rnakan di kota.”
“Nah, itu baru ajakan yang menyenangkan,” sahut Jaladri gembira. “Ayo, berangkat! Aku yang bayar. Kau ikut, Jul?”
“Tidak, ah,” Bajul ngeloyor berlalu ke arah lain. “Aku harus memberi pengarahan pada anak-anak soal rencana perjalanan ke Bagelen besok.”
“Baiklah. Terserah kau saja.”