Ranjang yang Bukan Milikku
“Bu, aku harus melakukannya. Ini bukan hanya untuk aku, tapi juga untuk Raka. Aku ingin memberikan dia kehidupan yang lebih baik. Dan aku… aku butuh memulai sesuatu yang baru.”
Tuan Darmawan berdiri di dekat jendela, memandang ke arah taman yang pernah menjadi tempat bermain Raka. Wajahnya tegas, tetapi suaranya terdengar berat ketika ia akhirnya berbicara. “Kami hanya ingin kamu bahagia, Alea. Tapi apa pun yang terjadi di sana, ingat, rumah ini selalu terbuka untuk kamu dan Raka.”
Raka, yang sedang bermain di lantai dengan mainan favoritnya, mendongak dengan mata penuh rasa ingin tahu. “Bunda, nanti di Singapura aku bisa punya banyak teman, kan?”
Hot Chapters