Jeritan Hati Istri yang Tak Pernah Dicintai Sepenuh Hati
"Kamu bicara seolah-olah kamu akan pergi, Kelvin. Tolong bilang padaku, apa yang sebenarnya terjadi?"
Kelvin menarik napas dalam-dalam, lalu matanya dipenuhi kilau cinta sekaligus sedih. "Aku nggak bisa tinggal lebih lama lagi, Anisa."
Napas Anisa tersekat. "Kenapa nggak?"
"Karena waktuku sudah habis. Tapi, waktumu ... baru saja dimulai," jawab Kelvin dengan pelan.
Anisa menggelengkan kepala dan air mata terus mengalir di pipinya. "Nggak, jangan bilang begitu. Kamu janji padaku di bandara, Kelvin. Kamu bilang kamu akan kembali."