Kukembalikan Suamiku Pada Mantan Istrinya
Aku mengangguk lagi sembari memperhatikan sekeliling.
"Ini bengkel usahaku, Rin. Kamu kan belum tahu tempat usahaku bukan?"
"Wah, ini sih guede Mas, kamu bilang buka bengkel kecil-kecilan," pujiku.
Dia hanya tertawa. "Biar omsetnya juga gede. Aku kan harus nafkahi kamu. Yuk masuk, kukenalkan sama para karyawanku."
Mas Bian menggandeng tanganku dengan mesra. "Selain bengkel tersedia juga cuci steam motor dan mobil, pokoknya keluar dari sini bisaa langsung bersih dan siap pakai," jelasnya.