Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Anak Kembar sang Miliarder yang Dirahasiakan

Anak Kembar sang Miliarder yang Dirahasiakan

"Aku ini laki-laki. Aku tidak boleh takut pada apa pun, termasuk rasa pedas." Kara hendak memberi pengertian kepada putranya. Namun, Ben tiba-tiba menekan hidung Louis, menyita perhatian. "Kau benar, Jagoan. Laki-laki memang harus berani, tapi kau tidak boleh mengabaikan risikonya. Menjadi berani bukan berarti tidak punya rasa takut. Itu tentang bagaimana menggunakan ketakutan dengan bijak." Louis berkedip lugu. "Jadi, tidak bijak kalau aku memesan lasagna pedas ini karena perutku bisa sakit?"
10501.5K viewsCompletedAdded to Library 17.1K Times as Berani
Show Reviews (43)
Read
+Library
evaluasi alamiah
Bagus sih pas awal2 cerita,alurnya sedikit bertolak belakang.Biasanya CEO nyari tau atw mw tanggung jawab si Frank ini malah sebaliknya.Kakek biasanya seneng dpt cucu,Rowan ini malah sempet mw bunuh.Tapi mkn ke sini agak kurang gmn gitu,dialognya kaya kurang macho bwt tokoh Frank.
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Read All Reviews
Terlena Kenikmatan Suami Baru

Terlena Kenikmatan Suami Baru

Memangnya apa yang Anaya lakukan sampai-sampai dia mengaku cape? "Iya." Anaya menganggukkan kepala, "aku berani karena perbedaannya terasa sangat kentara. Aku berani karena aku merasa aman dan punya rumah untuk pulang. Aku berani karena aku sadar kalau … ditanya nanti malam ingin makan apa, itu rasanya sangat menyenangkan." "Nggak nyambung kamu." ketus Tifany.
1034.9K viewsOngoingAdded to Library 1.2K Times as Berani
Show Reviews (21)
Read
+Library
CacaCici
Halo, MyRe Semua. ಥ⁠‿⁠ಥ Bab 76 kita double. Padahal CaCi up seperti biasa, tapi bisa-bisanya babnya otomatis jadi dua. (⁠〒⁠﹏⁠〒⁠) Untuk bab 76, mohon agar tidak dibuka kedua-duanya. cukup satu saja agar MyRe tidak rugi yah. Untuk kesalahan tersebut, CaCi mohon maaf (⁠人⁠ ⁠•͈⁠ᴗ⁠•͈⁠)ಥ⁠‿⁠ಥ
Ayu Ilma
kasian para bumil² di cerita caci, kudu mengahadapi berbagai mcm tekanan. gak cm tekanan emosi tp jg mental. cb skali² para bumil & busui dibuat waras gt kak... ga cm cewenya, tp jg cowonya. jgn dibuat dingin cem kutub utara /tembok terus. dibuat luwes tp gak kaku, dingin, tembok. humoris gtu loh...
Read All Reviews
TAKHTA BAYANGAN

TAKHTA BAYANGAN

“Tapi apa yang bisa kulakukan? Aku bukan seperti kalian. Aku tidak punya kekuatan, tidak punya keberanian seperti Dante.” “Keberanian bukan berarti tidak pernah takut,” jawab Elena sambil menyentuh bahu Ayra. “Keberanian adalah tetap melangkah meski kau merasa takut. Dan itu yang sudah kau lakukan selama ini.” Kata-kata Elena menusuk hati Ayra, menghangatkan ruang di mana keraguan selama ini bersarang. Ia mencoba tersenyum meski kecil, lalu membalas dengan suara lirih. “Terima kasih, Elena. Aku akan mencoba.”
101.8K viewsCompletedAdded to Library 40 Times as Berani
Read
+Library
Gairah di Balik Tirai Kehidupan

Gairah di Balik Tirai Kehidupan

“Kamu mau apa lagi dariku?” Guilt merayap ke tenggorokan Alena. Bagian dirinya ingin memeluknya, ingin bilang semuanya baik-baik saja. Tapi dia ingat kata-kata Maya: “Berani itu bukan nggak takut. Berani itu takut tapi tetap melangkah.” “Adrian,” ucap Alena, suaranya pelan tapi tegas, “aku nggak bisa lagi.” “‘Nggak bisa’ apa?”
3.6K viewsOngoingAdded to Library 108 Times as Berani
Read
+Library
BANGKIT

BANGKIT

bisik Rabithah "Hei kelinci, gue denger apa yang Lo bisikan ke Aini." Rabithah tidak memperdulikan Reza dan Rama, ia menarik tangan Aini menuju kantin. Ketika mereka menuju kantin, Aini di hadang oleh junior mereka yang memberikan ucapan serta hadiah ulangtahun untuknya. "Terimakasih," ucap Aini kepada mereka semua. Mereka berdua melanjutkan tujuan mereka yaitu kantin. Aini memesan nasi goreng karena hari ini ia ulang tahun, sedangkan Rabithah memesan bakso kosong.
101.9K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as Berani
Read
+Library
Antara Hati dan Janji

Antara Hati dan Janji

“Tapi..?” “Kau sangat.... entahlah, penakut? pemalu? atau mungkin bukan aku saja orang yang bisa membuatmu berani bertindak.” Winda mengerutkan dahinya, membuat pembicaraan lebih ringan. “Tidak juga. Malu atau tidak, aku harus bekerja, dan... kau benar... aku tidak punya keberanian.” Winda menganggukkan kepalanya. Kami kembali terdiam hingga Winda tiba-tiba berdiri dari duduknya.
10881 viewsCompletedAdded to Library 17 Times as Berani
Read
+Library
Kehidupan Edo yang Menakjubkan

Kehidupan Edo yang Menakjubkan

Kota Jimba. Aku duduk di kantin sambil menenangkan emosiku. Aku berusaha keras untuk tetap tenang. Dulu, aku mungkin terlalu penakut dan pengecut. Sebelum sesuatu terjadi, aku akan menakut-nakuti diri sendiri. Aku harus belajar berani seperti Andre. Sekalipun gunung runtuh di hadapannya, dia akan tetap tenang. Setidaknya saat bertarung, aku tidak akan ketakutan.
9.41.2M viewsCompletedAdded to Library 43.8K Times as Berani
Read
+Library
Tunangan Kontrak Sang CEO

Tunangan Kontrak Sang CEO

“Sloganmu lucu.” “Lucu kadang menjadi serius kalau diulang,” balas Naya, menutup kotak makan. “Seperti kamu.” Dimas tersenyum. “Serius: aku punya jalur yang bisa mempercepat jatuhnya Kenara Solutions. Tapi itu butuh kamu melompati dua langkah prosedur. Kau berani?” “Definisikan berani,” Naya menyandarkan pinggul. “Karena buatku, berani bukan jalan pintas, tapi jalan sempit.”
1.5K viewsOngoingAdded to Library 36 Times as Berani
Read
+Library
Hanya Dirimu

Hanya Dirimu

tanya Nayla setelah Naufal masuk, tapi ragu untuk melanjutkan langkah. Mendengar pertanyaan mbaknya, bocah kelas 3 SD itu berjalan dengan malu-malu, serta menunduk, tidak berani melihat Agus yang tengah duduk di tepi kasur. Mendekati Nayla yang masih berkemas, lalu berbisik. Setelah selesai, kembali menunduk. "Duduk sini!" Tangannya melambai memanggil Naufal. "Sana! Ikut duduk Mas. Berani bilang sendiri kan?"
105.3K viewsOngoingAdded to Library 196 Times as Berani
Read
+Library
Janda Muda

Janda Muda

Lanjutku Arinda langsung menatapku, entah sorot mata apa yang dia tunjukkan kepadaku saat ini. "Aku gak mau, aku takut Tante lulu dan Om Aryo gak nerima aku juga." Lirihnya "Aku janji. Bapak, apa lagi ibu pasti bakal nerima kamu dengan baik dan senang hati. Mereka sayang sama kamu, apa lagi ada cucu mereka didalam sini" aku memberikan senyum termanis yang aku punya dengan menaruh tangan kananku di perutnya
108.7K viewsOngoingAdded to Library 270 Times as Berani
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status