Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
AMERTA (Liku Luka, Duka, dan Cinta)

AMERTA (Liku Luka, Duka, dan Cinta)

“Keberanian itu tidak perlu tempat, tapi perlu usaha. Bukankah manusia memang memerlukan usaha untuk menciptakan keberanian dalam dirinya?” “Menarik!” sahut Dipta yang sudah berada tiga langkah di depan Senja. “Usaha apa yang di perlukan?” “Bangun rasa percaya diri, lawan rasa takut dan mencoba tegar.” Dipta bertepuk tangan tiga kali mendengar jawaban Senja. “Tiga usaha itu ala Kugel?” “Saya yang buat sendiri, Tuan,” ucap Senja. “Kalau versi Kugel saya nggak tahu.”
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai Berani
Baca
+Pustaka
Antara Dua Hati

Antara Dua Hati

“Jangan bercandalah, gue lagi nyetir nih. Oleng gue nanti.” “Gue serius,” bisik Razi. Bian menghentikan laju mobilnya dan menepi. “Lu beneran? serius?” Pemuda itu menatap Razi, berharap bahwa sahabatnya itu tengah mengeprank dirinya. Razi membalas tatapan Bian. “Gue serius,” ulangnya. Bian masih tak percaya. “Gue lihat lu masih baik-baik aja dengan Maida. Atau, dia belum tahu?”
107.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai Berani
Baca
+Pustaka
BERSAMANYA

BERSAMANYA

“Zhiyuan! Apa kamu baik baik saja?" Ketakutan, Huo Mian segera berlari, mencoba membantu Ning Zhiyuan berdiri dengan sangat hati-hati. Namun, yang mengejutkannya, Ning Zhiyuan dengan paksa mendorongnya ke samping, dan dia hampir jatuh ke tanah. “Tersesat, itu bukan urusanmu! Anda tidak bermoral ... wanita. Jangan sentuh aku. Anda membuat saya sakit."
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai Berani
Baca
+Pustaka
Gairah yang Terpendam

Gairah yang Terpendam

Dalam hati yang bergemuruh penuh amarah. Memet (25 tahun) adalah lelaki berperawakan gagah dan tampan. Lelaki itu sangat ingin menikmati kencan pertamanya, tapi dia takut akan rasa yang tercipta saat ia bersentuhan dengan wanita. Lelaki itu takut bila nanti terjadi apa-apa dengan juniornya. Takut dengan rasa aneh yang tercipta saat bercinta. Pusinglah. "Sayang!" Panggilan Rosa membuat Memet terjaga dari lamunannya.
5.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai Berani
Baca
+Pustaka
Bersandar pada Ketakutan

Bersandar pada Ketakutan

Suara bariton pria itu selalu memiliki cara untuk meredakan kecemasannya. Dominic melepaskan pelukan mereka sedikit, tetapi tangannya tetap memegang pundak Amethyst. “Kau tahu apa yang aku lihat saat pertama kali bertemu denganmu?” Amethyst menggeleng pelan. “Aku melihat seseorang yang terluka tapi masih bertahan,” katanya, menatap langsung ke dalam mata Amethyst. “Aku melihat gadis yang memiliki keberanian untuk terus berjalan meskipun dunianya runtuh. Itu adalah kekuatan, Amethyst. Kekuatan yang bahkan Michael tidak bisa pahami.”
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai Berani
Baca
+Pustaka
Renjana

Renjana

55 cowok itu gak muncul juga. “Udahlah, kayaknya dia emang gak berani keluar tuh, kita pulang aja” kata Ida, semangatnya sudah menurun drastis, karena calon korban tak kunjung datang. “Cemen tuh cowok, masa’ di ancam gitu saja takut. Wuuuu, cemen banget” ejekku pada pintu gerbang. Malamnya aku melangsungkan teror lanjutan, aku ambil hp dan siap melontarkan kata-kata iblis, huahahahha, dan inilah kata pertama
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai Berani
Baca
+Pustaka
Menentang Dunia

Menentang Dunia

BRAKK Terdengar seseorang sedang membanting pintu, cahaya masuk masuk memalui pintu yang terbuka. Terlihat ada siluet seorang pria yang berdiri dengan gagah diambang pintu seolah sedang menantang. Pria itu melangkah maju dan membubarkan kerumunan preman yang berkumpul ddi hadapan Yira.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai Berani
Baca
+Pustaka
Pelangkah Tanpa Syarat

Pelangkah Tanpa Syarat

Abid masih terus bicara pada ibu dan bapak. “Saya terlalu pengecut mengakuinya waktu itu, terlalu takut kalau orang-orang menyalahkan saya! Keinginan saya itu mungkin sebuah khilafan terbesar dalam hidup saya ... dan saya tidak menyangka kalau apa yang saya lakukan itu akhirnya membuat Ismawati tiada!” itu ucapan terakhir Abid, sebelum Bu Nuria kembali berdiri. “Kalau kamu berani mengakui kesalahanmu berarti kamu siapa nanggung resikonya termasuk kalau aku mengadukan kelakuan kamu itu ke pihak yang berwajib!” kata ibunya Ismawati itu.
104.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai Berani
Baca
+Pustaka
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

Dari mulutnya meluncur tanya sambung menyambung. “Siapakah engkau? Apa tujuanmu? Sebutkan tiga sinonim dari ‘berani’! Sebutkan perkalian 8x7!” Calistung yang dikenal Senala bukanlah Calistung yang versi baca-tulis-hitung. Gadis itu merasa bertambah keyakinannya bahwa dia sedang berada di dimensi lain yang absurd. Entah di mana. “Eh ...,” Senala panik. Dia menoleh ke gurunya. “Mak?! Ini ujian dan harus kujawab?”
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai Berani
Baca
+Pustaka
Terjebak Cinta Bos Sadis

Terjebak Cinta Bos Sadis

Tanpa menambah drama. Saat keluar, kakiku gemetar. Arsen sudah menunggu di luar. Ia tidak berkata apa-apa. Hanya menyerahkan sebotol air dan berdiri di sisiku. “Kau melakukannya dengan baik,” katanya. Aku menatap lantai. “Aku tidak merasa berani.” “Keberanian bukan tidak takut,” jawabnya. “Keberanian adalah tetap bicara meski takut.”
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai Berani
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status