Dia Ibumu Bukan Pembantumu
Dan tidak terasa perjalanan menuju pencarian pun di mulai.
"Pertama, terbang seperti kandilat dan menusuk seperti bimer. Seperti dalam debat, kau harus mematahkan kata-kata lawan dengan observasimu. Kedua, menuju tak terbatas dan melampauinya. Jangan jadikan orang lain sebagai penghalang, mereka hanya batu, dan jamu harus melihatnya agar tak tersandung. Paham, kan maksudku?"
Aku pun mengangguk mengiyakannya. Kemudian, aku berterima kasih karena dia memberikanku nasihat yang luar biasa.