Mimpi menjadi penulis novel profesional itu seperti bermain game RPG—mulai dari level 1 dengan senjata tumpul, lalu grinding terus sampai bisa ngalahin boss akhir. Awalnya, aku cuma corat-coret draf di notes hp sambil naik commuter line. Kuncinya? Rutin nulis 500 kata sehari, bahkan pas lagi demam sekalipun. Bergabung dengan komunitas penulis indie di Discord bikin skill berkembang pesat karena dapat kritik tajam dari sesama pecandu diksi.
Satu insight berharga: riset pasar itu penting tapi jangan terjebak trend. Novel romansa remaja mungkin laku, tapi jika hatimu lebih cocok menulis horror psikologis seperti karya Kanae Minato, ikuti saja insting itu. Proyek perdanaku yang ditolak 7 penerbit akhirnya diterima setelah dirombak total dengan bantuan mentor dari workshop menulis online.