Lelaki Pilihan Surga
“Aara, aku merasa tersinggung kamu tersenyum seperti itu!”
Tawa Aara semakin melebar. “Cit, aku selalu percaya, selama aku menjadikan Allah sebagai prioritas, tidak ada yang perlu aku ragukan. Berbisnis dengan-Nya, aku yakin, malah membuat duniaku menjadi lebih sempurna. Bukan kekayaan dan harta yang kita miliki, yang membuat hidup jadi lebih tenang Cit, tetapi keyakinan pada-Nya.”
Citra terpaku. Tidak ada lagi jawaban. Percakapan yang panjang akhirnya berakhir. Keduanya bersiap-siap untuk beristirahat.
Hot Chapters