Dosa dalam Cinta
Namun sebelum Satrio sempat merasa lega, sesuatu yang lebih buruk terjadi.
Perut Sekar—tepat di bawah tulang rusuk—berdenyut aneh. Kulitnya bergetar, seolah ada sesuatu yang bergerak di bawahnya, dan dari luka kecil di pinggir tubuhnya, serat-serat logam tipis mulai menjulur keluar, berkilat basah seperti cacing besi yang hidup, bergerak perlahan menuju permukaan. Mata Satrio melebar, napasnya tercekat, sementara Kusumo melangkah mundur dengan wajah yang membeku, matanya tertuju pada pemandangan mengerikan itu dengan tatapan yang penuh keterkejutan dan rasa bersalah yang mendalam.
“Ini bukan hanya alat pemicu...” bisik Kusumo dengan suara yang nyaris patah, “Ini adalah... sebuah benih.”
Hot Chapters