Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Gairah Nakal, Sugar Baby

Gairah Nakal, Sugar Baby

sahut Bella yang membuat Ramel memutar mata untuk melihat benda bulat yang tertempel di tembok. "Huk...huk..huk.." Ramel tiba-tiba batuk saat melihat benda bulat itu menunjuk angka satu. Ia berpikir saat ini baru pukul delapan malam. Bella segera meraih gelas dari atas meja, "Kamu minum dulu," ucapnya sambil menyodorkannya kepada Ramel. Ramel meraihnya lalu meneguknya hingga tandas. Ia benar-benar terkejut, saat ini sudah larut malam.
9.2781.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17.2K kali sebagai bermalam
Baca
+Pustaka
Setelah Malam Pertama

Setelah Malam Pertama

Zhia bahkan mengirimkan foto bahwa ia sedang menikmati makan malamnya yang sudah terlambat. “Makan malam jam segini? Apa tamumu tidak mengajakmu makan? Ini sudah hampir tengah malam Aya,” kata Irwan dalam pesan singkatnya. "Sudah, cuma aku sedang ingin makan lagi. Tidak masalah bukan kalah sesekali makan tengah malam." Jawaban Zhia disertai emot tertawa membuat Irwan lega. Setidaknya, kondisi wanita itu sedang baik.
106.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 261 kali sebagai bermalam
Tampilkan Ulasan (11)
Baca
+Pustaka
Diajheng WD
kuaat zhiaa...kuaat yaaaa mending untuk sementara waktu kamu emang kudu cari bantuan orang yg bisa dipercaya dulu. untuk mengawasi perusahaanmu. memantau kalinaja masih bisa terselamatkan perusahaan abimu
Paulina Nurhadiati Petrus
wah angga baik bangetnya malah dia yg kelabakan liat zhia udah ganti baju padahal kan gak ngapain2 wkwkwk. tapi memang sudah sepatutnya zhia kamu pulang karena di samping ayah kamu sakit dia juga perlu bantuan kamu
Baca Semua Ulasan
Satu Malam Bersama Pengawal Tampan

Satu Malam Bersama Pengawal Tampan

A little more sleep couldn’t hurt, ‘kan? Acara soiree semalam sukses membuatnya seperti zombie hidup hingga lepas tengah malam. Mereka berdua baru bisa kembali ke rumah hingga jam tiga dini hari. Bahkan Ela tak ingat apa yang dia lakukan setelah melepaskan sepatu yang cukup menyiksanya sepanjang malam. Terlebih lagi dia tak ingat bagaimana kini dia telah memakai piyama sutra ternyaman miliknya, padahal kebaya cantik semalam karya Vera Anggraini masih melekat rapi di tubuhnya.
108.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 300 kali sebagai bermalam
Baca
+Pustaka
Malam Kelam Bersama Presdir

Malam Kelam Bersama Presdir

Dia tidak ingin mengambil resiko jika nanti Langit akan memarahinya karena sudah membiarkan pria lain masuk ke dalam apartemen tanpa izin darinya. "Oh begitu, ya." Wajah pria itu nampak kecewa. Padahal dirinya sudah sangat ingin bertemu dengan Sora. Bi Nina menganggukkan kepalanya tanpa berniat menawarkan pada Pandu untuk datang di lain waktu. "Apa saya bisa menemui Sora nanti malam? Saya pikir setelah jam makan malam Sora tidak akan sibuk." Tawar Pandu. Bi Nina seketika menggeleng. "Setelah makan malam Nona Sora tetap sibuk, Tuan. Sebab waktu di malam hari dia pergunakan untuk bercengkrama dengan suaminya." Jelas Bi Nina.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai bermalam
Baca
+Pustaka
Malam Terlarang Bersama Paman

Malam Terlarang Bersama Paman

jerit Nada frustasi. Kepingan piringan hitam dari memori kelam Nada, perlahan menyatu kembali. Ibarat sebuah kaset usang, setiap momen mengerikan itu perlahan muncul ke permukaan. Nada bisa mengingat bagaimana pamannya itu merenggut kesuciannya di malam terlarang. “Nada, kamu sedang tidak asal bicara, kan?”Adrian masih mencoba untuk menampik setiap ucapan Nada.
9.853.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai bermalam
Baca
+Pustaka
Satu Malam Bersama Sang Pewaris

Satu Malam Bersama Sang Pewaris

“Baik Marry kamu boleh langsung pulang sekarang.’ balas Layla lembut kepada Marry yang mengiyakan ucapan Laysa dan langsung pulang. Hari sudah semakin sore menjelang malam tetapi Laysa masih tidak ingin kembali kedalam dia ingin melihat sunset dari sini dan memutuskan untuk berdiam diri di balkon sambil berbaring di tempat tidur santai yang memang ada di sana. Dan memang terekspos terlihat oleh villa sebelah.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai bermalam
Baca
+Pustaka
Kenikmatan Satu Malam

Kenikmatan Satu Malam

“Oukhhh, Tuan Yu, aaahhh.” “Kamu keluar lagi? Ini masih pukul lima Saena. Belum semalam penuh.” Bisiknya sambil menuntaskan hasratnya sore itu. Saena mengangguk pasrah, sampai Yu Silan bersedia melepaskan pinggangnya lalu menariknya ke dalam pelukan mesra. Dengan tubuh telanjang bulat, Yu Silan memeluk Saena Abraham. Mereka berdua menatap senja hingga berganti malam yang gelap di kaca jendela dalam ruangan kerja Yu Silan.
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai bermalam
Baca
+Pustaka
Di Balik Tirai Malam

Di Balik Tirai Malam

Dan mungkin, hanya dengan menghadapinya, dia bisa akhirnya menemukan kedamaian. Malam mulai turun di Pulau Aravel, dan langit kembali diselimuti kabut tebal. Lampu-lampu kecil di sekitar resor dinyalakan, menciptakan kilau samar yang membaur dengan kabut. Namun, malam ini terasa berbeda—lebih dingin, lebih sunyi, seolah-olah udara menahan sesuatu yang besar akan terjadi.
873 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai bermalam
Baca
+Pustaka
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

Berlari pada malam hari dengan kondisi kampung yang sangat sepi. Tidak ada tanda-tanda bahwa ada seseorang yang masih beraktifitas pada malam itu, semuanya tampak hening. Yang terlihat hanya lampu-lampu yang menyala dari setiap rumah di pinggir jalan yang menerangi jalanan dari gelapnya malam. Aku kemudian berbelok ke suatu rumah di dekat tanah lapang, rumah yang tidak terlihat asing bagiku. Yaitu rumah Aki Karma.
9.8683.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23.2K kali sebagai bermalam
Tampilkan Ulasan (174)
Baca
+Pustaka
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Baca Semua Ulasan
MALAM GILA DI RANJANG MERTUA

MALAM GILA DI RANJANG MERTUA

Malam di Malaysia terasa sunyi, meski kota di luar sana masih dipenuhi cahaya. Tengah malam, Rama terkejut oleh suara dering ponsel yang memecah tidurnya. Ia mengerang pelan sambil meraba meja samping ranjang. Cahaya layar yang menyala tiba-tiba membuat matanya menyipit—ia lupa menyalakan lampu kamar. Panggilan video. Rama menatap nama yang tertera, lalu menarik napas panjang sebelum mengangkatnya.
9.9208.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.6K kali sebagai bermalam
Tampilkan Ulasan (22)
Baca
+Pustaka
Ayuwine
Hai semuanya 🤍 Makasih buat kalian yang setia baca kisah Rama ... Buat yang sudah support dan buka koin, aku bener-bener berterima kasih 🫶 Yuk terus lanjut baca dan buka koinnya ya… ceritanya bakal makin seru! Love 🤍
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status