Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Jangan Salahkan Aku Pergi

Jangan Salahkan Aku Pergi

Selepas mandi, dia malah melamun di balkon kamar. Dia memperhatikan cahaya rembulan yang terlihat temaram, dia juga memperhatikan bintang-bintang yang bertaburan di angkasa. Saat sedang asik melamun, ponsel milik Mer berdering dengan nyaring. Awalnya Mer merasa enggan untuk mengangkat panggilan tersebut. Karena waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam, tetapi dia merasa penasaran dengan siapa yang menelponnya di kala tengah malam seperti ini.
1017.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 441 Beses bilang bermalam
Read
+Library
Soul Contractor

Soul Contractor

Hari tak lagi siang, mataharipun menghilang, tepat di bawah sinar rembulan duduklah seorang remaja dengan ketegasan yang terpancar dari matanya yang berbintang Duduk di Luar Insitut, Malvic memulai aktivitas malam yang biasanya ia lakukan, Merenungkan Masa depan. Sekarang sekitar pukul jam 9 malam, dan ini sudah 3 jam semenjak kembali ke Insitut, Untung saja sejak kecelakaan kecil pagi tadi, tim mereka tak menemukan bahaya yang mengancam lagi, sekalipun ada itu merupakan serangan dari Soul Beast tingkat rendah yang biasa hidup di pinggiran hutan. Sama sekali bukan ancaman.
9.88.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 181 Beses bilang bermalam
Read
+Library
Boss Baru itu Ayah Anakku

Boss Baru itu Ayah Anakku

maklumi saja karena Caramel baru pertama kali, jadi dia sedikit mabok ditambah juga dengan keadaannya yang sedang hamil. “Iya lo tidur aja! nanti kalau udah nyampe gue bangunin lo!” Caramel memutuskan untuk tidur saja, rasa pusing dan juga pegal membuat Caramel tidak dapat untuk menahan matanya. Caramel mengerjap-ngerjapkan matanya saat mendengar Kemal yang memanggil namanya. “Mel bangun, kita udah nyampe nih!” Caramel mengucek-ngucek matanya berusaha untuk membuka matanya dengan lebar. “Kita udah nyampe?” tanya Caramel.
1031.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 776 Beses bilang bermalam
Read
+Library
Mari Berpisah, Aku Menyerah

Mari Berpisah, Aku Menyerah

Untuk beberapa saat suasana hening, keduanya sama-sama terdiam dengan pandangan mengarah pada langit yang malam ini tampak cerah. Ada bulan purnama bersinar terang dengan cahayanya yang memantul di air kolam renang. Tidak banyak bintang yang bertaburan di langit malam, tetapi hanya ada satu bintang berukuran cukup besar berwarna kemerahan. Mungkin itulah yang dinamakan bintang kejora.
10212.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 6.6K Beses bilang bermalam
Read
+Library
Petaka Satu Malam

Petaka Satu Malam

"Oke." Keempat remaja dengan niat tak baik itu beranjak memasuki mobil. Dan mobil mereka menembus kegelapan malam. Menuju tempat tak layak. Dunia baru yang amat asing dan pertama kali dilihat oleh Devan. Jujur, perasaannya gusar. Ingin rasanya ia pulang lagi. Musik keras dan cahaya yang remang-remang membuatnya tak nyaman. Bau alkohol bercampur parfum dengan berbagai merk menyeruak cuping hidungnya.
8.715.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 567 Beses bilang bermalam
Read
+Library
Miliarder Tampan itu Ayah Putraku

Miliarder Tampan itu Ayah Putraku

“Malam hari tidak selalu aman. Orang-orang saat malam hari malah ada yang nekat.” Lena menghela napas mendengar penuturan Bella. Diperhatiannya Samudera yang merangkak ke pangkuannya. Dia tersenyum pada Samudera yang lucu. Ditatapnya kembali Bella. Dia mengerti apa maksud Bella.
102.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 54 Beses bilang bermalam
Ipakita ang mga Review (22)
Read
+Library
TRD Simulator Game
ceritanya bagus cm kdg agak binggung knp Lena manggil si Evan om, hrs nya kakak y krn mereka kan sepupuan, trus di bab extra jg binggung, siapa Cilla? anak Lena atau adik? klo anak Lena hrsnya si Cilla manggil Samudra kan kk, knp om jg??? tp ttp semangat Thor untuk karya berikut nya...
Lovely Bintang
wah gila kak. keren banget sih ini. trimakasih sudah buat cerita yang sangat menggemaskan ini. aku bisa bayangin Bella polosnya seperti apa. dan dia langsung sayang sama Evan. evan juga gak kasar. kupikir bakal lama sama evan ternyata cuma 3 bulan... masi banyak misteri nih. menunggu kelanjutannnya
Basahin ang Lahat ng Review
Bermalam Dengan CEO

Bermalam Dengan CEO

Aleena berjalan terlunta-lunta di keheningan malam. Dia tidak tahu harus kemana, tidak ada tempat tujuan ataupun tempat untuk berpulang. Saat itu yang terlintas dalam kepala Aleena adalah kematian. Mungkin saja jika dia tidak ada, maka semua permasalahan akan selesai. Aleena berdiri di pinggir trotoar, melihat begitu banyak kendaraan yang lewat. Dalam benaknya terlintas satu pemikiran, jika dia berjalan ke tengah, apakah seketika dia akan langsung menghilang dari dunia?
104.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 121 Beses bilang bermalam
Read
+Library
Satu Malam Bersama Tuan Muda

Satu Malam Bersama Tuan Muda

Angin malam berhembus kencang, menggoyangkan dedaunan yang saling bergesekan — menciptakan suara lirih yang mampu membuat siapa pun merinding dalam kesunyian. Di tengah dinginnya malam, Dinda duduk termenung di sudut kamar kecilnya. Tatapannya tertuju pada layar ponsel, melihat notifikasi transfer yang baru saja terkirim ke rekening ibunya. Gaji bulan ini, hanya tinggal untuk makan dan membayar kontrakan. Sebagian besar sudah ia kirim untuk ibu dan adik-adik tercinta di kampung.
826 viewsOngoingIdinagdag sa Library 32 Beses bilang bermalam
Read
+Library
Satu Malam Bersama Adik Suamiku

Satu Malam Bersama Adik Suamiku

Dia berdiri di sana, membiarkan pandangannya melayang ke langit yang dipenuhi bintang, sambil mencoba menenangkan debaran di dadanya yang belum juga reda. “Berat, ya?” suara Bram tiba-tiba terdengar, memecah kesunyian malam. Ayla terkejut, tetapi dia berusaha keras untuk tidak memperlihatkan kekagetannya. Ia menoleh dan melihat Bram berdiri beberapa langkah di belakangnya, wajahnya kini terlihat lebih lembut, meski masih ada gurat kelelahan yang tersembunyi di matanya.
2.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 97 Beses bilang bermalam
Read
+Library
Malam pertama

Malam pertama

Plak Satu tamparan begitu mengema hingga membangunkan Reno yang tertidur ia bangun menatap langit didepan matanya, karna khawatir ia pun bangun dan mendatangi rumah Dian saat ia masuk begitu terkejutnya melihat pemandangan yang memilukan, Reno kecil menangis menatap penuh iba Dian yang tengah dipukuli oleh ibunya sendiri saat ia masuk lebih dalam Reno kecil menginjak botol anggur yang telah habis isinya, ibu Dian melihat Reno dan tersenyum licik, menuntaskan kegiatanya pada Dian menghampiri Reno kecil dengan linglung "siapa namamu nak?, apa kau teman Dian?"Reno menganguk, ketika ibu Dian memegang bahunya begitu erat seolah ia harus melakukanya
1016.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 448 Beses bilang bermalam
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status