Dalam Rengkuhan Sang Antagonis
"Bukan hanya leher, Tuan Kaliel. Lihat dadaku, perut, bahkan kakiku. Kau benar-benar tidak pernah memberikan ampun, kan?"
Kaliel memejamkan mata sejenak, sebuah senyum penuh kemenangan tersungging di bibirnya. Ia mendekatkan wajahnya ke telinga Tatiana, membisikkan kata-kata yang membuat bulu kuduk gadis itu meremang. "Oh, jangan buat aku mengingatkanmu lagi tentang detailnya, Tatiana," bisik Kaliel sangat rendah. "Kau ingin aku mengulangi kata-katamu semalam? 'Kaliel jangan berhenti, teruskan, lebih dalam...' dan masih banyak lagi rintihanmu yang memohon agar aku memuaskanmu. Bagaimana? Perlu aku buatkan daftarnya agar kau bisa berhenti protes?”
Bab Populer