Dipaksa Jatuh Cinta
Tanpa memedulikan protes dari Aurel, dia meraih punggung gadis itu hingga tubuh mereka saling menempel lalu bibir Biyan melumat dan mempermainkan bibir kenyal favoritnya.
Dengan napas terengah, Biyan berkata, "Apa perlu gue nikahin loe pake pemuka agama, Rel? Bagi gue pernikahan yang cuma selembar kertas itu nggak ada artinya toh cerai juga pake surat doang. Cinta lebih dari itu, nggak ada perpisahan bagi cinta sejati di mata Tuhan."