Di Bawah Langit Senja
teriak Carine histeris, tubuhnya langsung jatuh berlutut di tanah pelataran mini market yang kasar, Carine tak memperdulikan luka di lutut dan telapak tangannya yang berdarah karna kerikil yang tajam, Carine sama sekali tak merasa sakit selain rasa sakit yang mendera hatinya.
Carine hanya menunduk, tangisnya luruh bersama deraian air mata yang kembali mengalir di antara kedua pipinya.
“Dhani,” gumam Carine, “tidakkah kau memberi kesempatan untuk aku bicara?”
Masih dalam posisi berlutut, Carine memejamkan matanya berusaha menenangkan hatinya.
Hot Chapters