Di Bawah Selimut Tetangga
Aruna menggeleng lemah, namun pinggulnya justru bergerak-gerak gelisah di atas lantai, seolah mencari sesuatu yang bisa mengisi kekosongan yang kini mulai ia rasakan di bawah sana.
Sagara menangkap pergerakan itu, lalu tertawa rendah, sebuah suara serak yang penuh kemenangan.
"Di bawah sana sudah basah sekali, ya?" bisik Sagara.
“Emm... i... iya,” susah payah Aruna menjawab.
Remasan itu tidak berhenti bahkan Aruna membuka bibirnya untuk menjangkau milik Sagara yang sudah mengeras lagi.
“Lakukan. Puaskan dirimu di hadapan saya, Sayang,” titah itu membuat wajah Aruna memerah bak tomat matang.
Hot Chapters