Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kematian Wanita Perawan Setelah Suamiku Pulang

Kematian Wanita Perawan Setelah Suamiku Pulang

Begitu cintanya kah dia? Di posisi ini, aku sadar. Bahwa mencoba mengikhlaskan tapi masih menginginkan itu sakit. Begitu sakit. *** "Buk, kenapa Bibi cantik ada di rumah kita terus, Buk? Danu takut. Dia liatin Mbak Mira terus." Deg! Bibi cantik? Bukankah itu sebutan Danu pada ... Nyai! ***
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 205 kali sebagai bibir pucat kenapa
Baca
+Pustaka
Momong Tuan CEO Manja

Momong Tuan CEO Manja

Celetuk Cherish. PWLAK! “Kok mukul tangan sih lo Bib?” “Ketimbang mukul muka hayo lho,” Biba kelihatan garangnya, sedang Ares hanya geleng-geleng kepala diapit oleh dua wanita heboh. “Ouch. Iya, jangan deh. Muka gue dipake buat kerja nih”
106.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 200 kali sebagai bibir pucat kenapa
Baca
+Pustaka
Si Burik Jadi Cantik Saat Reuni

Si Burik Jadi Cantik Saat Reuni

lanjutnya. “Maaf karena masa lalu kita. Maaf karena nyatanya akubtak bisa merasa baik-baik saja. Maaf untuk segala hal.” Bibir pucat itu kembali berkata. Sudut matanya telah banyak menggenang, hingga air mata membasahi pipi kurusnya.
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai bibir pucat kenapa
Baca
+Pustaka
Carinya Daddy Dapetnya Baby

Carinya Daddy Dapetnya Baby

canda Langit. “Anjir, nggak gitu juga. Mana ada babi lucu.” “Ada tau, Bii. Babi yang pink itu kan lucu.” “Babi ngepet aja gimana, Ru? Menghasilkan uang itu malahan,” celetuk Gita. Biru yang kesal perkara babi mencubit paha gadis itu yang kebetulan berada di sebelahnya. “Sakit, anjir!” Perempuan itu mengelus bekas cubitan Biru. Biru menjawabnya dengan juluran lidah.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai bibir pucat kenapa
Baca
+Pustaka
Mempelai yang Tak Diharapkan

Mempelai yang Tak Diharapkan

ucapku setelah menenggak hampir separuh botol. "jangan berpikir yang tidak-tidak. Ditanyakan dulu, biar gak salah faham," ucap Bibi dan entah kenapa cairan bening itu malah merangsek keluar tanpa malu. Aku menggeleng, "Nggak ada yang salah faham kok, Bik." "Ini mata kenapa pakai kelilipan? Pasti karena karena jendelanya dibuka." Aku membuang muka, berusaha menutupi air mata yang tahu malu ini.
9.7907.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26.3K kali sebagai bibir pucat kenapa
Tampilkan Ulasan (86)
Baca
+Pustaka
iva dinata
Author mengucapkan, terima kasih untuk semua pembaca yang sudah memberi respon baik untuk cerita ini. Terima kasih untuk semua komentar, juga untuk semua saran dan kritik. Author mengucapkan banyak terima kasih. Sampai jumpa di cerita berikutnya. I love you All, my reader's.
Agus Irawan
Hai kak mampir ke karyaku juga. judul" Dari Tunangan Pura-pura, jadi Istri Kesayangan Sang Tuan. pena" Agus Irawan Sinopsis " Hana rela menjadi tunangan palsu seorang pengusaha muda demi menyelamatkan nyawa ibunya. Hanya saja, Abian, pria dingin yang masih terpaku pada cinta lamanya.
Baca Semua Ulasan
Ksatria Pengembara Season 2

Ksatria Pengembara Season 2

"Yang di arah barat itulah yang disebut Pabukit Tanpa Mentari. Pada pagi hari sampai siang bukit itu tidak pernah kena matahari. Waktu matahari beralih ke barat sinarnya juga tidak bisa menyentuh bukit karena ada bukit lain yang lebih tinggi menghalangi” "Aku heran," kata Bayu yang duduk di paling depan Paekakienam. "Kalau ada orang mau membunuh Arya itu, mengapa susah-susah mengundang dan mengadakan Perjamuan Pengantar Arwah segala!"
9.5243.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.3K kali sebagai bibir pucat kenapa
Tampilkan Ulasan (65)
Baca
+Pustaka
Rmdni
kak izin promosi yah. ayo baca ceritaku kisahnya seru karena menceritakan Fantasi lokal, yang bakal memuat cerita lokal terus dipadukan dengan hal fantasi. judulnya: Legenda: Nusantara jangan lupa voted ya kak ......
KSATRIA PENGEMBARA
Jangan lupa mampir ke cerita baru saya berjudul : SI BUTA DARI SUNGAI ULAR 'Dalam kegelapan, sosok seorang putra. Dendam dan lara menutup kedua matanya. Dia terjerumus sebagai manusia. Dan bangkit menjadi Legenda'
Baca Semua Ulasan
Bekal Santet Dari Bibiku

Bekal Santet Dari Bibiku

Rumah Bibi terlihat begitu sepi, tak terlihat orang yang datang atau berkunjung ke sana untuk sekedar menjenguk atau melihat paman yang baru kecelakaan. "Loh kok gak ada orang sih?" gumamku sembari menatap ke sekelilingku. Namun seketika langkah kakiku terhenti saat aku gak sengaja mendengar sekilas kejulitan dari mulut tetangga Bibi yang mengatakan paman itu adalah seorang dukun yang jahat.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai bibir pucat kenapa
Baca
+Pustaka
Istri Kedua yang Diinginkan

Istri Kedua yang Diinginkan

*** “Pipi Mbak Sinar memarnya sudah luntur, Pak. Tinggal sisa di samping rahang yang masih terlihat sedikit.” Itu adalah laporan yang diberikan oleh Bibi untuk Praba. Lengkap dengan foto yang dikirim. Praba melebarkan fotonya untuk bisa melihat lebih jelas lagi kondisi Sinar. Benar, kebiruan itu sudah luntur dan hanya sisa sedikit. Tidak akan ada yang menyadari kalau tidak dilihat dari dekat. “Siang nanti, apa kita bisa makan siang bersama, Mas?”
1026.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 787 kali sebagai bibir pucat kenapa
Baca
+Pustaka
Jerat Dendam CEO Kejam

Jerat Dendam CEO Kejam

tanya Ezra dengan tak mengerti. “Saya pun dulu sering menanyakan hal yang sama. Kenapa Nyonya Besar tidak kabur saja? Katanya dia pernah mencobanya dan berakhir lebih mengenaskan. Kedua putrinya bahkan terkena imbasnya,” balas Bibi Puja.
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai bibir pucat kenapa
Baca
+Pustaka
Pungguk Merindukan Bulan

Pungguk Merindukan Bulan

Bibi mengangguk santun, tersenyum tulus meskipun tak mampu menutupi rasa terkejutnya. "Kenapa Bibi memilih untuk nggak menikah?" tanpa tirai penutup, Seika melontarkan pertanyaan yang sedari tadi menggelayuti benaknya. "Karena apa?" dia lalu menikmati potongan pertama steak daging sapi buatan Bibi yang sudah ditaburi bubuk pala, garam dan sedikit bubuk merica.
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 219 kali sebagai bibir pucat kenapa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status