Istri Tak Dianggap
Bibi langsung terdiam, dia tahu apa maksud Ana, di sini seolah hanya orang tua Raffael yang memperhatikannya sedangkan sang suami yang diharapkan menjadi tempatnya bersandar sama sekali tidak bisa diandalkan.
Miris memang, wajah yang begitu cantik dan lembut seperti itu harus menjadi yang kedua dan lebih parahnya lagi sama sekali tak pernah dianggap ada.
“Bi ada apa?” tanya Ana yang melihat bibi terdiam memandangnya.
“Eh, tidak mbak, bibi hanya khawatir mbak Ana terlihat pucat,” kata bibi.
“Benarkah saya baik-baik saja, mungkin karena saya hamil,” kata Ana, yah tentu saja itu alasan logis yang tidak bisa disanggah.
Bab Populer