Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
My Tsundere Tara

My Tsundere Tara

Krisna mengangkat tangannya menyentuh kedua sudut bibir dengan jari telunjuk, lalu mendorongnya agar membuat garis lekukkan di bibirnya naik ke atas. "Menyenangkan sekali... berkat seseorang." Ekor matanya menyorot Bam tajam. "Sama-sama, Na..." Bam terkekeh lebar hingga menampilkan gigi taringnya. Seketika Krisna terpana. Dia tidak pernah melihat pria itu tersenyum semanis ini sebelumnya. Dan setelah sekian lama, Krisna merasakan debaran aneh di dadanya. Perasaan aneh yang terasa.. menyenangkan.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai bibir senyum
Baca
+Pustaka
Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~

Kanaya Meissa (Ultimate Kagura Dancer) ~Eternal Love~

BUM BUM BUM BUM BUM BUM BAM (hidungku berdarah) "Ups ... sengaja.," ucap Eli sambil tersenyum. BUM BUM BUM BUM (pipi kananku membiru) "Ayo dong ... mana balasanmu..," ucap Eli sambil tersenyum. BUM BUM BUM BUM BAM (sela bibir sebelah kiriku membiru) "Aku dengar tadi kamu mengatakan bahwa aku ini jelek ya?" tanya Eli sambil tersenyum.
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai bibir senyum
Baca
+Pustaka
Jiwa Dara yang Terkoyak

Jiwa Dara yang Terkoyak

Segaris senyum terlukis di bibir Aina, wanita itu terlihat bahagia, dan bahagianya menular begitu saja pada Arsen. "Setekag sekian lama, akhirnya senyum itu terlihat di bibir kamu, Aina. Rasanya begini saja sudah cukup membuatku bernafas lega dan turut bahagia, kamu terlihat semakin cantik dengan senyumanmu," batin Arsen. Ia lalu mengambil alih Shena dari tangan Aina, dan memberi Aina kesempatan untuk mengecek jilbab-jilbab yang dibawanya.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai bibir senyum
Baca
+Pustaka
Benci Bilang Sayang

Benci Bilang Sayang

Tanya Zia tidak menanggapi ucapan bibi. "Maksud Non, tuan muda Damian ?" Tanya Bibi sambil tersenyum, yang dibalas anggukan Zia. "Tuan muda keluar, tapi kemana nya bibi tidak tahu, karena itu bukan wewenang bibi," jawab Bibi dengan sangat sopan. "Makanlah sedikit, biar ada tenaga kalau mau marah-marah nanti," ucap Bibi lagi dengan bercanda yang akhirnya membuat Zia tertawa kecil.
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai bibir senyum
Baca
+Pustaka
Di Balik Senyum Istri

Di Balik Senyum Istri

Tak peduli walaupun buah cinta kita terus tumbuh di dunia, pada kenyataannya tanpa kehadiranmu, mereka bisa tetap hidup dengan baik dan bahagia. “Kenapa senyummu begitu, Kiran?” Aku memang tersenyum, tapi senyumku tak semanis dulu, mirip seperti buah belimbing wuluh yang masih muda masam dan kecut, meninggalkan jejak pahit di sana.
1078.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai bibir senyum
Baca
+Pustaka
Istri Dalam Sangkar Emas

Istri Dalam Sangkar Emas

Dia pandai membuat orang kesal hanya dengan sebuah senyuman. "Kau ini!" Aku menggerutu. Mengepalkan tangan, rasanya ingin melempar Baim dengan suatu benda. Namun aku tidak menemukan satu benda pun di dekatku. "Kau sangat menggemaskan Bibi, aku rasa aku mulai tahu," Baim menatapku, dia sudah duduk dan menghadap padaku.
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai bibir senyum
Baca
+Pustaka
Istri Muda Untuk Suamiku

Istri Muda Untuk Suamiku

Entah bagian yang mana terlihat lucu. “Udah puas,” seru Nana kembali saat tawa mereka berhenti. “Kami berdua itu sangat bahagia, Kak,” papar Bella. “Iya, bahagia menertawakan Aku. Bi, harusnya Bibi belain Aku. Bukan malah ikutan dia. Dia itu resek, Bi.” Nana memanyunkan bibirnya. “Bibi gak mihak siapapun. Hanya condong kearah angin yang bertiup,” seloroh Bi Siti dengan lengkungan di sudut bibirnya.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai bibir senyum
Baca
+Pustaka
Ketika Suamiku Tak Lagi Mampu

Ketika Suamiku Tak Lagi Mampu

Tapi tatapannya penuh arti. Perlahan, ia mengangkat satu jari telunjuk ke bibirnya, memberi isyarat jangan bilang siapa pun. Lalu ia tersenyum. Senyuman itu … menenangkan, membuat dadaku menghangat. Tanpa sadar, aku membalas senyumnya. Lalu ... “Heh!” Bimo tiba-tiba menoleh tajam ke arahku. “Senyum-senyum sama siapa kamu?” bentaknya. “Jangan sok cari perhatian di sini!"
1013.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 346 kali sebagai bibir senyum
Baca
+Pustaka
Simfoni Temaram Takdir

Simfoni Temaram Takdir

" Dia memutar file yang kedua berjudul 'kamu sedih aku senang'. Bibirnya mengembangkan senyum sekilas. Tipikal Bisma yang sering menertawai dirinya. "Kamu lagi sedih karena laki-laki yang kamu puja-puja itu ternyata buaya. Aku curang lagi. Harusnya aku ikut sedih ya? Tapi aku malah seneng. Maaf ya. Aku se-brengsek itu ya? Aku nggak beda sama laki-laki itu yang senang bikin kamu sedih. Jadi, setahun ini aku udah cukup menjauh dari kamu. Kapan aku boleh berteman lagi sama kamu?"
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai bibir senyum
Baca
+Pustaka
Telanjur Cinta

Telanjur Cinta

Senyum samar terlukis dari bibir tipis yang ia poles dengan gincu warna nude. "Jadi kamu juga lupa pada Keanu, Bir?" tanya Kiara tenang dengan senyum yang terkulum. "Keanu?" Alis Kak Sabiru bertaut. Seolah tengah mengingat nama itu. "Nama itu tidak asing di telinga, tetapi siapa? Seingatku, aku tidak punya teman yang bernama Keanu," lanjutnya dengan wajah polos.
1013.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 359 kali sebagai bibir senyum
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status