Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Bahkan bibir sensual itu segera bergerak-gerak menyebutkan kata, "Suaramu merdu sekali. Enak didengar, melenakan bila disimak. Mengapa nggak jadi pesinden saja?" Baraka tertawa dalam gumam yang membuat tubuhnya berguncang-guncang. Payung Cendana ikut tertawa bersuara lirih, masih menjaga wibawa dan karismanya. Lalu perempuan itu melempar pandangan ke arah lain, sepertinya tak tahan jika harus beradu pandang terus dengan si mata biru itu. Kejap berikutnya Baraka perdengarkan suaranya dalam kelembutan tanya, "Jelaskan persoalan yang ingin kau katakan tadi."
1030.6K viewsOngoingAdded to Library 947 Times as bicara itu ada seninya pdf
Read
+Library
Sentuh Aku, Pak!

Sentuh Aku, Pak!

Savian menyilangkan kakinya dan menatap Carla dengan kilat mata membinar bak anak kucing yang menggemaskan. "Kenapa lagi? udah pasti alasan saya datang ke sini karena kangen kamu," jawabnya dengan suara manja yang di lebih-lebihkan. Carla memutar bola matanya malas, "Bukannya tadi habis ketemu banyak ciwi-ciwi?" sewotnya. "Bapak sengaja kan ngisi seminar gak bilang-bilang ke aku biar bisa godain banyak cewek di sana!" sambungnya mulai emosi.
9.81.1M viewsOngoingAdded to Library 29.1K Times as bicara itu ada seninya pdf
Show Reviews (48)
Read
+Library
helloimironman
Hallo, ini ironman! Maaf karena cerita ini blum ada bab terbaru. Abis Lebaran aku drop, ditambah minggu ini aku UTS. Jadi bener2 susah cari waktu buat nulis. Aku pun sebenarnya udh kangeeen banget sama Carla dan Pak Savian. Mhn do'anya ya temen2 smg aku cepet sehat dan bisa kmbali nulis lagi! ...
FF Gaming
sedang seru seru nya membaca ...yaaaaah abis tak ada lagi sambungannya..gw kan penarasaran cerita kelanjutan nya....setiap hari gw buka berharap ada keajaiban cerita untuk selanjutnya..tapi hasil nya kecewa sangat......
Read All Reviews
Ketika Karma Berbicara

Ketika Karma Berbicara

Bakti mendengkus dingin, "Kamu pasti komplotan Lucia. Kalaupun sudah merencanakan semuanya dengan baik, akting kalian kurang meyakinkan." "Putri Pak Rudhi kuliah di Jerman." Aku menunjuk pada secarik kertas sobekan di lantai. Bakti tidak mengerti dengan sikapku. "Apa ini?" Aku berbicara lirih, "Tiket pesawat dari Jerman hari ini."
11.5K viewsCompletedAdded to Library 378 Times as bicara itu ada seninya pdf
Read
+Library
Selangkah Berjejak

Selangkah Berjejak

Namun ia berhasil menghindar dari timpukan tersebut. “ Berhenti bicara begitu, Dir. Aku tidak suka pembahasan ini.” Sena menampakkan ekspresi cemberut di wajahnya. Kay tiba-tiba datang menghampiri keduanya. Ia membawa beberapa peralatan penelitian dan bertanya pendapat.
103.1K viewsCompletedAdded to Library 121 Times as bicara itu ada seninya pdf
Read
+Library
Kutukan Mantan Terindah

Kutukan Mantan Terindah

“Aku kira kamu sudah terlalu tua untuk datang menemuiku tanpa kursi roda.” Papi Barra tak tersenyum. Tapi juga tak menunjukkan kemarahan. “Aku datang karena ini akan jadi kali terakhir aku berbicara padamu,” ucapnya, duduk di seberang tanpa diminta. “Karina, kita tak perlu basa-basi. Kamu sedang bermain di dua sisi yang salah. Dan kamu tahu itu.” Karina menyilangkan kaki, anggun. “Aku sedang membantu teman lama. Bukan urusanmu.”
106.8K viewsCompletedAdded to Library 176 Times as bicara itu ada seninya pdf
Show Reviews (10)
Read
+Library
WidiaYuan
kesempatan tak akan datang dia kali van.. kamu pilih bertahan hidup atau hancur hanya itu pilihanmu. kamu mempertahankan egomu maka kehancuran yg kau dapat kalo kamu memilih pilihan yg ditawarkan barra setidaknya kamu masih bisa hidup lebih lama dengan tenang.
Kania Putri
Barra lagi H2C ini wkwkw tapi aq yakin mami rumi gak akan ngamuk kaya singa kalau kamu jelaskan duduk persoalannya karena menemui karina ada maksud dan tujuan yg jelas bukan demi perusahaan aja tapi demi keutuhan keluarga
Read All Reviews
Rahasia di Balik Senyuman

Rahasia di Balik Senyuman

Dadanya terasa sesak, bukan karena kelelahan, tapi karena tahu percakapan ini tidak akan berakhir dengan baik. "Lia, aku capek." ucapnya, suaranya lebih sebagai permohonan daripada pernyataan. Tapi Lia tidak terpengaruh, "Aku juga capek, Bebz! Capek nunggu kamu ngelakuin sesuatu! Kamu pikir rumah itu bakal balik sendiri kalau kamu cuma duduk manis?"
1.2K viewsOngoingAdded to Library 23 Times as bicara itu ada seninya pdf
Read
+Library
Sayangnya Tak Ada Kata Andaikan

Sayangnya Tak Ada Kata Andaikan

Nansel muncul sambil membawa kotak makan, bahkan sebelum masuk sudah dengan nada akrab berkata, "Juven, aku datang menjenguk. Mari lihat hasil kerjamu seharian ini." Silvano mengepalkan tangan sekuat tenaga, kukunya seolah mengukir rasa marah ke telapak sendiri. Kenapa Nansel bisa berbicara dengan Juvena menggunakan nada seakrab itu?
35.3K viewsCompletedAdded to Library 988 Times as bicara itu ada seninya pdf
Read
+Library
Sehidup Semati Yang Teringkari

Sehidup Semati Yang Teringkari

] Kemudian, foto gaun tidur seksi muncul di hadapan Erik. Erik mengepalkan tangannya, lalu mengetik serangkaian kata: [Bella, aku pernah memberitahumu kalau kamu tidak akan bisa menggantikan Nelsi.] Setelah mengirim pesan ini, Bella membacanya dan tersenyum menghina, lalu menelepon balik dengan nada provokatif. "Hei, bukankah sudah meninggal? Kenapa masih bisa mengirim pesan teks? Nelsi, sejak kapan kamu bisa menyamar jadi Pak Erik? Kamu tidak merasa dirimu sangat menyedihkan?"
27.1K viewsCompletedAdded to Library 568 Times as bicara itu ada seninya pdf
Read
+Library
Pengawal Tanpa Mana & Sang Putri Genius

Pengawal Tanpa Mana & Sang Putri Genius

​"Soal klaim sepuluh elemen itu? Jangan terlalu dipikirkan." ​Dia terkekeh kecil, melambaikan tangan lagi seolah menyapu angin. ​"Dia hanya orang bodoh yang iseng menulis hal tidak penting demi mencari sensasi. Kau tahu sendiri, kan?” ​Sena menatap lawan bicaranya, nadanya berubah sedikit lebih serius namun tetap santai. ​"Tidak ada satu pun makhluk yang bisa menampung sepuluh elemen sekaligus di dunia ini..."
10482 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as bicara itu ada seninya pdf
Read
+Library
SENJA DI BALIK RAHASIA

SENJA DI BALIK RAHASIA

Selalu bicara paling banyak. Tapi perlahan— tanpa pernah benar-benar direncanakan— momen itu mulai berubah. Sore itu, mereka bertiga duduk di taman kampus. Dika lagi-lagi bercerita panjang lebar tentang sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu penting, tapi ia ceritakan seolah dunia bergantung padanya. “Terus gue bilang ke dia—‘bro, logika lo tuh nggak nyampe!’” Dika tertawa sendiri.
417 viewsOngoingAdded to Library 12 Times as bicara itu ada seninya pdf
Read
+Library
PREV
1
...
345678
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status