Pulihnya Sayap-Sayap Patah
Davin menunduk, mendekat ke telinganya, hembusan napas hangatnya menyapu daun telinga wanita itu, lalu berbisik dengan suara rendah yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua, nada suaranya dihiasi tawa nakal, "Kucing liar kecil yang terbang dari Kota Bandan? Cakarnya tajam juga ya. Aku sudah mengawasimu sejak lama."
Dia sedikit mundur, matanya yang indah seperti bunga persik menatap Yunita dengan intens. Suaranya meninggi, penuh gaya khas seorang pemuda kaya yang rela menghamburkan uang demi senyum wanita. "Si bodoh Gery yang buta itu nggak mau kamu? Tapi, aku mau. Mulai sekarang, di Marinas ini, bukan, di seluruh Eropa Selatan ini, asalkan kamu ikut aku, aku jamin kamu bisa berjalan denga
Hot Chapters