Ada sesuatu yang sangat menyegarkan tentang 'Gendut Siapa Takut'—bukan sekadar komedi romantis biasa. Film ini berhasil menggabungkan humor cerdas dengan pesan body positivity yang tulus tanpa terkesan menggurui. Adegan ketika si tokoh utama menantang stereotip di depan keluarga besar benar-benar membuatku tersenyum sekaligus terharu. Dialognya natural, chemistry antar pemain terasa, dan yang paling kusukai adalah bagaimana film ini menghindari cliché 'transformasi fisik' sebagai solusi kebahagiaan.
Di forum-film favoritku, banyak yang sepakat bahwa ini adalah karya lokal yang jarang: menghibur tapi punya kedalaman. Beberapa penonton mengkritik pacing di bagian tengah yang agak lambat, tapi menurutku justru memberi ruang untuk karakter berkembang. Yang jelas, setelah menonton, ada perasaan hangat dan sedikit lebih percaya diri—seperti pesan tersirat yang dibawa pulang.