DINODAI SUAMI SENDIRI
Dahiku mengernyit
Mataku menyipit.
"Heh, kamu kan sudah aku bayar. Suka-suka aku dong. Lagian, yang tidak boleh menyentuh itu kan kamu, bukan aku. Aku punya hak keseluruhan atas jiwa dan raga kamu. Mau aku peluk, mau aku pukul, aku tendang atau aku lipat-lipat sekalian, kamu harus terima. Kamu udah baca bener-bener surat perjanjiankan?" aku mengoceh panjang lebar.
"Tapi aku ini kan laki-laki normal. Kalau terus-terusan dapat sentuhan seperti itu, bisa-bisa.... "