Rahasia Sang Antagonis
Mata merah biji saga, bibir melengkung ke bawah, tato di sepanjang lengan hingga leher, lalu berjalan dengan dada membusung menunjukkan dengan jelas dua lelaki itu sedang tidak dalam rangka beramah-tamah ke rumah Yanto.
"Yanto, uangmu sudah lama jatuh tempo. Kapan kau akan membayarnya. Bahkan bunganya pun belum kau cicil," gertak salah seorang lelaki secara tiba-tiba tanpa salam atau mukadimah.
"Aku belum punya uang sekarang, Bang, " Yanto ketakutan.
"Ini peringatan terakhir. Kalau sampai Minggu depan kau belum juga melunasi utang, rumah ini jadi milik Pak Broto."
Hot Chapters