Bayang Pedang Cahaya Bulan
Stoner 27gelap malamkegelapan malambackground langit malammenatap langit malam
Angin lembah bertiup tanpa henti, bukan angin yang sejuk, melainkan angin dingin yang menusuk tulang, membawa bau batu basah dan sesuatu yang lebih tua daripada batu, sesuatu yang berbau seperti logam yang sudah lama tidak terkena darah.
Duan Wuya tidak mengenakan zirah. Jubah hitamnya, sederhana tanpa hiasan kekaisaran, berkibar ditiup angin dengan cara yang hampir hidup, seakan bagian dari dirinya yang terpisah dan memiliki keinginan sendiri. Di pinggangnya, Pedang Neraka belum terhunus, gagangnya hitam dan tidak memantulkan cahaya, seperti batang kayu yang sudah mati.
Ia menatap ke bawah, ke arah mulut Celah Bulan Sabit yang tidak terlihat dari sini, tetapi keberadaannya dapat dirasakan s