PACAR ABANGKU SAKIT JIWA
Bisakah kau pulang sendiri?
Segera ku ketikkan pesan balasan untuknya.
(Tentu saja bisa. Hati-hati ya Mas.)
Mas Aditya mengirimkan emot dengan mata love lima buah, membuatku tersenyum sendiri. Aku berdiri dan melangkah keluar kantor, duduk di halte bis yang kebetulan ada di depan kantorku. Sore sudah menua, matahari jingga tenggelam perlahan di ufuk barat dan sebentar lagi, kegelapan akan segera menyapa. Tapi, aku masih duduk di sini, menunggu taksi online yang kupesan dan anehnya tak datang-datang. Satu meter dariku, duduk seorang ibu dan anak lelakinya, sementara di ujung yang lain, seorang gadis berpakaian minim tengah mengusap usap layar HP.
Bab Populer