Ah! Mau Lagi Dong, Bang Ucup
Tatapannya kosong, tertuju pada pusaran abu-abu kental di dalam mesin itu, namun pikirannya melayang jauh ke meja makan pagi tadi—ke wajah Hana yang berseri-seri saat menyodorkan nasi goreng.
"Oi, Ucup! Tiga hari ini kau ke mana saja? Pulang kampung ya? Gaya benar, hilang tanpa kabar," seru Bambang, rekan kerjanya, sambil menepuk bahu Ucup dengan tangan yang belepotan semen kering.
Ucup tersentak, mengerjapkan matanya yang perih terkena debu proyek. Ia menoleh perlahan. "Oh... aku... aku habis dari Bali, Mbang. Tiga hari di sana."
Hot Chapters