Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tetangga Kos Menawan

Tetangga Kos Menawan

tiba Rena udah ada tepat di belakang punggungku "iya... kaya baru kemarin ya Ren?" tanya gw ke Rena "hu uh.... pengen nangis deh!" Rena mengiyakan jawabanku "ye.... jangan dong! cengeng lo ah!" sambil gw usap usap kepala Rena dan gw rangkul pundaknya "wah, temen seperjuangan ya mas sama mbak nya ini?" Boni menimpali dari belakang "hehe... seperjuangan dan sama sama gilanya ini Bon, ini surga nya! neraka nya disitu tuh!" sambil gw tunjuk pintu kamar Rena
8.918.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 697 kali sebagai bonceng tiga
Baca
+Pustaka
The Ugly Duckling

The Ugly Duckling

Ada-ada saja. "Tri, lo ikut gue aja. Itu motor lo biar ntar montir gue yang bawa. Gue udah nelpon ke bengkel. Kita boncengan bertiga aja ya?" Ujar Altan. Tanpa banyak bicara Tria bermaksud untuk duduk di belakang Bintang sebelum sebuah lengan kuat tiba-tiba menarik keras lengannya.
9.750.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai bonceng tiga
Baca
+Pustaka
Mengejar Brondong

Mengejar Brondong

"Lo sendiri tunggu apa? Bukannya pulang" Adik kelasnya yang mendengar ucapan Fiona hanya mampu tertawa pelan dan menggeleng "gue lagi tunggu jemputan Kak" Fiona mendengus dan bersidekap dan tak lepas menunjukan ekspresi kesalnya pada adik kelasnya tersebut. "Nunggu jemputan? Atau tunggu Gabriel nganter lo pulang? Gausah mimpi kalo Gabriel bakal nganterin lo lagi!"
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai bonceng tiga
Baca
+Pustaka
Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan

Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan

“Brengsek! Kita serang dia!“ ia dan dua pria tersisa segera merangsek maju memperpendek jarah dengan Pram. Namun lagi-lagi Pram menunjukkan level bela dirinya yang jauh melampaui mereka. Tap! Tapp! Ia menangkis serangan dengan sangat apik. Membuat Bono dan dua temannya tercengang. Tak ingin berlama-lama, Pram segera menuntaskan pertarungan dengan mengirim satu putaran tendangan di udara yang menghempas ketiganya sekaligus. Ketiganya meraung kesakitan di tanah.
1062.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai bonceng tiga
Baca
+Pustaka
Editor Dingin Bikin Bucin

Editor Dingin Bikin Bucin

ucap Isabella tegas. Mereka bertiga kemudian berdiskusi lebih lanjut tentang langkah-langkah yang akan diambil. Mereka kemudian melanjutkan dengan makan malam bersama, menikmati momen tenang setelah percakapan yang penuh emosi dan perencanaan yang serius. Namun, ketenangan itu segera terganggu ketika dering ponsel Isabella berbunyi. Isabella meraih ponselnya dan melihat layarnya. Ada panggilan dari 'ibu'. Nathaniel melihat nama itu dan dengan cepat merebut ponsel dari tangan Isabella. Nathaniel dengan cepat mengangkat panggilan itu, lalu mengembalikan ponsel itu pada Isabella lagi. “Nate!” tegur Isabella, sedikit kesal.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai bonceng tiga
Baca
+Pustaka
Berondong Buleku

Berondong Buleku

kata Evan setelah mengetuk pintu sebanyak tiga kali. Karena tak mendengar jawaban dan pintu tak kunjung dibuka, Evan pun berinisiatif untuk masuk, ia menarik handle pintu lalu mendorongnya pelan. Chika masih berada di kursi belajarnya, Evan menghampiri. "Chika, kamu denger kan yang Kak Evan bilang?" tanya Evan setelah berdiri tepat di samping Chika. Bocah kecil itu hanya mengangguk sebagai jawaban, ia tengah sibuk mewarnai.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai bonceng tiga
Baca
+Pustaka
Sebelum Tiga Tahun

Sebelum Tiga Tahun

Mempersiapkan dirinya sendiri menghadapi amukan Tala. Ketiganya spontan berdiri nyaris bersamaan. Gerakannya begitu kompak dan sedikit gontai, seperti sekelompok prajurit yang sadar medan perang sudah berubah menjadi zona merah. “Baek-baek ya, Bos.” Bastian menepuk bahu Geza sekilas, lalu langsung berlari kecil begitu menangkap tatapan Tala yang seolah siap mengulitinya.
1013.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 324 kali sebagai bonceng tiga
Baca
+Pustaka
Ah! Mau Lagi Dong, Bang Ucup

Ah! Mau Lagi Dong, Bang Ucup

Tatapannya kosong, tertuju pada pusaran abu-abu kental di dalam mesin itu, namun pikirannya melayang jauh ke meja makan pagi tadi—ke wajah Hana yang berseri-seri saat menyodorkan nasi goreng. "Oi, Ucup! Tiga hari ini kau ke mana saja? Pulang kampung ya? Gaya benar, hilang tanpa kabar," seru Bambang, rekan kerjanya, sambil menepuk bahu Ucup dengan tangan yang belepotan semen kering. Ucup tersentak, mengerjapkan matanya yang perih terkena debu proyek. Ia menoleh perlahan. "Oh... aku... aku habis dari Bali, Mbang. Tiga hari di sana."
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai bonceng tiga
Baca
+Pustaka
SUAMIKU BUKAN LULUSAN D3

SUAMIKU BUKAN LULUSAN D3

SUAMIKU BUKAN LULUSAN D3 BAB 25 *** PoV: Reno “Tau bakal ditinggal Melia begini mending kamu bawa motor, ya, Ren. Berboncengan tumpuk tiga pun ibu nggak masalah, dari pada jalan kaki.” “Lagian sih, Mas Reno pake acara langsung ngomong gitu di depan Mbak Mel. Jadi kita kan yang kena imbasnya,” timpal Rena.
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai bonceng tiga
Baca
+Pustaka
Suami Muda Nona Konglomerat

Suami Muda Nona Konglomerat

Bahkan kerasnya mesin motor yang melintas seperti hembusan angin tornado bertegangan tinggi. "Lebih cepat lagi, Cel! Keparat! Mereka sengaja tidak mau menyerah!" Rainer yang duduk di belakang, memprovokasi Boncel agar menambahkan kecepatan lagi. Padahal gas sudah nyaris maksimal. "Ambil ponsel gue di saku jaket bawa," teriak Boncel. "Mustahil kita bisa lolos. Buruan lo telepon Bang Dewa atau Gusti. Kasih tau kita dikejar anak buah Firman."
109.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 211 kali sebagai bonceng tiga
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status