Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kenikmatan Bertiga

Kenikmatan Bertiga

"Lagi pula ... bukannya kamu sendiri yang bilang mau coba tidur bertiga?" Selesai bicara, dia menunggingkan bokongnya yang bulat dan putih mulus ke arahku. "Kemari, Andrew ... bantu kakakmu dan hantam aku sampai mati ...." Gaya menggoda yang sangat liar ini tidak akan sanggup ditahan oleh pria mana pun. Aku dan Kakak langsung menerjang maju, menjepit Kak Evelin di tengah-tengah kami, depan dan belakang.
14.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 488 kali sebagai nenek si bongkok tiga
Baca
+Pustaka
Dinikahi Berondong Bucin

Dinikahi Berondong Bucin

Mereka lalu memesan secara bersamaan, "Ketan hitamnya banyakin, ya, Mas." Keduanya terkejut, kemudian saling memandang. "Ih, Om ikut-ikutan aku terus." "Kamu kali yang ikut-ikutan Om. Kan, Om yang lahir duluan." Sasi merengut. "Om suka ketan hitam?" "Iya," jawab Bentala. "Kita punya dua kesamaan," tutur Sasi, "Kalau sampai ada tiga, berarti rekor."
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai nenek si bongkok tiga
Baca
+Pustaka
Kakakku Yang Berengsek

Kakakku Yang Berengsek

batin Al sambil tersenyum menyeringai. Al perlahan berjalan menuju apartemennya, sedangkan Rexi menatap seisi apartemen luas itu dengan tatapan nanarnya. "Welcome back, Rexi Alexa. Sekarang, setiap harinya lo bakalan jumpa sama tiga cowok yang udah buat lo ngerasain, apa itu neraka dunia. Papa, Bang Ice dan Al," batin Rexi miris. "Buat apa lo berdiri di situ?" tanya Al saat melihat Rexi.
9.77.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 254 kali sebagai nenek si bongkok tiga
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Harga satu nasi bungkus atau satu piring dengan lauk ikan ayam senilai setengah sikal. "Hik hik hik hik...! Banyak juga lima ratus sikal itu! Bisa untuk kawin! Hik hik hik...!" kemudian nenek aneh itu memandang ke atas panggung. Di sana dua Orang sedang berusaha saling menjatuhkan satu dengan yang satunya. "Apa kau kenal sama Baraka, Nak?" Anak muda itu berkerut dahi. "Kalau orang sinting di sini banyak, Nek. Tapi kalau yang bernama Baraka, saya tidak tahu!"
1028.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai nenek si bongkok tiga
Baca
+Pustaka
SEPERTI MENDUNG

SEPERTI MENDUNG

Semuanya dia tanyakan, dimulai dari bunga yang ada di pot, makanan, dan segala macam yang dilihatnya. Setelah mengobrol selama hampir lima belas menit, Nek Iyam pun terlihat menyodorkan makanan yang ada di baki. Singkong. Riki pun menyukai dengan apa yang namanya singkong: singkong rebus, goreng singkong, dan kolak singkong. Malahan, pada saat Nek Iyam menyodorkan sebaki singkong goreng, mulutnya sudah ngiler. Ingin sekali melahap semuanya, tetapi dia malu dengan wanita yang sedang ada di sampingnya.
3.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai nenek si bongkok tiga
Baca
+Pustaka
Selubung Memori

Selubung Memori

“Kita di sini berlindung. Di luar ada perang. Makanya kau tidak boleh turun gunung.” Aku kehilangan kata-kata. “Bukan maksudku mengejutkanmu,” katanya, “tapi kau sering tidur sambil menerbangkan sesuatu, ya, kan, Nek?” Nenek tertawa ketika mengangkat tiga tusuk dari api unggun. “Kemampuan kalian persis sama. Nenek tahu Forlan sekuat Aza.” “Tapi,” protesku, “bukannya semua orang bisa?”
1018.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 751 kali sebagai nenek si bongkok tiga
Baca
+Pustaka
Bukan Bunga Bakung

Bukan Bunga Bakung

ucap sang pembawa nampan yang kemudian bergegas kembali masuk ruang dalam. “Trimakasih,” Sabda pun menjawab ramah. Aroma kopi itu luar biasa menggoda untuk diraih dan meminumnya, tapi juga menarik-narik Sabda pada nenek dan kakeknya. Ya, aroma kopi Luwak. Kopi yang biasa kakek suguhkan bila Sabda bertandang ke rumah kakek di Banyuwangi.
894 DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai nenek si bongkok tiga
Baca
+Pustaka
Godaan Nakal Brondong Manis

Godaan Nakal Brondong Manis

"Ayo Line, Cassi kita makan malam baru menonton." Kami menuju meja makan dan sudah terhidang 3 piring nasi goreng dengan telur dadar di atasnya lengkap dengan selada dan tomat. "Seru juga ya menginap." Ucap Cassandra sambil menyendok nasi goreng. "Iya kalian sering - seringlah menginap. Rumahku selalu terbuka untuk kalian." "Oke aku siap jadi koki kalian." Debora mengacungkan jempolnya.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai nenek si bongkok tiga
Baca
+Pustaka
Perempuan Panggilan Untuk Ceo

Perempuan Panggilan Untuk Ceo

“Aahh! Sialan, lo!” ***** “Hai, nek! Bagaimana tiga hari ini? Kenapa nenek tidak bangun-bangun? Yasmin sudah berada disini untuk nenek! Jujur kalau Yasmin benar-benar sangat bosan berada disini. coba kalau kita dirumah, Yasmin akan menghibur nenek sepanjang hari. Yasmin akan bercerita untuk nenek, memasak untuk nenek, dan tidur bersama sambil berpelukan. Kita pulang yuk, nek! Tapi nenek harus bangun!”
692 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai nenek si bongkok tiga
Baca
+Pustaka
Kekasihku Berengsek

Kekasihku Berengsek

sekitar mereka. Kakak-beradik itu pun gemetar ketakutan bukan main. Suara itu sangat menyeramkan. Apalagi suara itu diucapkan berulang-ulang. Kakak-beradik itu pun melihat sekeliling mereka. Tapi tak ada siapa-siapa lagi di sana selain mereka berdua. Kakak-beradik itu pun kemudian berpandang-pandangan tanpa bisa bersuara apa-apa. “Kak, aku takut.”. ucap Siw*s sambil ketakutan, terlihat dari air mukanya yang menyiratkan hal serupa. Tiba-tiba sebuah batang pohon merunduk di depan mereka. Kakak-beradik itu meloncat mudur beberapa Langkah karena kaget. “Siapa kamu?”. Ucap Sitas sambil gemetar. Terdengar suara tertaw* yang memekakkan telinga mereka. Kakak-beradik itu pun tersadar kalau suara yan
4.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai nenek si bongkok tiga
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status