Bos, Kita Masih di Kantor!
Langkah kakinya tegas, menggema di lantai marmer lobi yang sunyi.
Lara yang berada di barisan belakang tampak tidak tertarik. Saat ini, ia hanya ingin segera kembali ke kubikelnya dan bekerja agar pikirannya tidak sibuk memikirkan cara mendapatkan uang lima puluh juta dalam hitungan jam.
“Oh my God… pria itu bos baru kita?”
Nina menyikut Lara, tapi tak mendapatkan respon berarti.
Namun, ketika sebuah suara bariton yang familiar memecah keheningan, Lara mengangkat kepalanya.