Ikatan Hati
Sosok bungsu Biman yang ada di hadapan Bia layaknya pria biasa yang tengah kebingungan.
“Ah, nggak,” Bia segera menyahut. Menggerakkan kedua tangan di depan dada lalu menundukkan kepala. “Nggak apa-apa, tuan.”
Hening.
Adrian mendadak linglung. Sebelumnya tidak pernah merasa begini bingung. Padahal niatan ia keluar kamar dan menunggu si pengasuh selesai dengan pekerjaannya adalah mengajak bicara. Jujur saja, dia merasa semakin tidak memahami isi kepala dan hati yang saling bertentangan. Dalam otaknya, Adrian merasa ia tak perlu terlalu memikirkan sesuatu yang tak pasti atau tidak jelas macam rasa tertarik. Tapi, makin ia berusaha tak memikirkannya, semakin pula dia mengingatnya. Membuat kepal
Hot Chapters