Budak & Lima Istri Dari Langit
Wanita itu terdengar seperti wanita bangsawan yang kurang waras, tetapi nadanya tetap tenang.
Bagaimana tidak? Dia begitu bodoh ingin membeli budak seperti Ashlan dengan harga mahal, padahal tidak ada kelebihan apa pun yang pria itu miliki.
“Nona, jangan bercanda. Untuk apa beli budak seperti ini? Jika nona punya uang sebanyak itu, aku akan berikan budak terbaik yang aku punya.”
“Tidak. Tidak perlu.” Nada wanita itu tidak berubah, tetap tegas. “Aku dan saudariku hanya ingin budak yang kau jual seharga dua keping perak itu saja; dan ini uangnya.”