The Wall In My Heart
Istimewa, nuansa itulah yang menemaninya sejak dulu, saat ia masih begitu dini untuk mengerti tentang waktu.
Sejak pukul 04.00 dini hari Arin sibuk dengan hafalannya. Dia tidak beranjak dari sajadah yang terjulur di samping kiri tempat tidur. Mulutnya komat-kamit mengulang bacaan. Dia masih mengenakan mukena setelah meletakkan media hafalannya yang bertulis Rabbani pada sambil bukunya. Diletakkannya di atas meja kecil di sebelah kanan tempat tidur. Di meja itu berjajar buku-buku bacaan, mulai dari berbagai buku berkaitan dengan bisnis, bidang yang sedang ia geluti di kampus, menginjak tahun ketiga yang berarti semester 6. Ditambah lagi buku penunjang wawasan berupa sastra, geografi, biografi
Capítulos em Alta