Pasutri Jadi-jadian
“Sebab sehari-hari kita selalu memanfaatkan otak. Berpikir, bicara, bahkan berdoa dengan otak kita. Khidmat dalam berdoa, sebenarnya hanyalah wujud konsentrasi atas kerja otak kita, bukan karena hati kita yang memimpin. Padahal, kalau tak memakai hati, bagaimana bisa kita mencapai ketenangan dan kedamaian saat berdoa? Sedangkan si hati inilah penghubung rasa kita kepada Kasih Tuhan. Jika kita sudah terbiasa memakai hati, maka setiap kali berdoa, kita benar-benar terhubung dengan Kasih Tuhan, dengan rasa yang lembut, indah, dan terus-menerus. Bukan dengan rasa emosional yang palsu dan hanya sesaat saja membutuhkan Tuhan.”
Vincent mengangguk-angguk. Terapi ‘buka hati’ yang dijalaninya bersama
Hot Chapters