KAMAR KEDUA
Beberapa pot keramik tersusun di rak besi hitam; anggrek, tanaman hias tropis, dan beberapa bunga yang tampak terawat meski tidak sempurna.
Di sudut dekat pagar, tanaman merambat menempel rapi pada kisi kayu. Halaman itu seperti Sheza. Tenang, lembut, tapi jelas dirawat dengan perasaan.
Dahi Satria berkerut. Ia berjalan memutari bedeng bunga, lalu berhenti di rak pot. Tangannya meraih satu pot berisi mawar merah yang tumbuh subur. Daunnya hijau pekat, bunganya segar.