Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bukannya Udah Mantan?

Bukannya Udah Mantan?

Duduk di kursi teras sambil menikmati angin sore hari dan memandang bunga-bunga yang ada di taman kecil depan rumah. Hampir semua tanaman yang ditanam adalah bunga mawar. Hanya jenis dan warnanya saja yang berbeda. Pandanganku jatuh pada bunga mawar yang tumbuh di tanah langsung. Letaknya pas di tengah-tengah taman. Bunganya berwarna pink, terlihat sangat subur. "Itu bunga mawar yang dulu kamu tanam di rumah Mamah" suara mas Saga.
1055.4K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as bunga pagar
Read
+Library
Air Mata di Antara Bunga

Air Mata di Antara Bunga

Namun kini aku sadar, yang dulu kuanggap cinta… ternyata hanyalah penebusan dosa, sekaligus rantai untuk mengikatku. “Oh ya, gimana kalau kita ke rumah baru, dekorasi kamar pengantin kita?” Rangga memotong lamunanku. Aku hanya bisa mengangguk. Rumah itu berada di barat kota, sebuah vila mewah yang dulu membuatku terpesona. Rangga bilang rumah ini dipilih sesuai seleraku. Namun berbeda dengan kunjungan pertama yang penuh tawa, kali ini hawa dingin menusuk saat aku melangkah masuk.
28.0K viewsCompletedAdded to Library 867 Times as bunga pagar
Read
+Library
A MAN IN A TUXEDO

A MAN IN A TUXEDO

cetus Stela takjub saat berdiri di luar pagar. Dia memperhatikan pagar batu yang cukup tinggi. Di bagian atasnya terdapat teralis berbentuk runcing. Berbagai jenis tanaman seperti Kadaka, Pohon Palem hias dan Pucuk Merah tumbuh dengan terawat di luar pagar berwarna senada dengan rumah. Setelah menghela napas panjang, ia memencet bel yang berada di samping pagar berwarna hitam. Tak lama, seorang penjaga membuka pintu kecil di pagar tinggi itu.
8.7K viewsCompletedAdded to Library 337 Times as bunga pagar
Read
+Library
DI PEMBERHENTIAN TERAKHIR

DI PEMBERHENTIAN TERAKHIR

“Apaan?” “Bunga Tai Kotok. Masa enggak tahu sih? Itu loh, bunga yang warna kuning. Kata orang sih baunya kaya tai kotok, makanya dinamai bunga Tai Kotok. Kalau enggak, lo kasih bunga putri malu, tapi yang warnanya pink, yang tangkainya kecil terus ada durinya, kalau lo cabut kan entar durinya nempel tuh di tangan lo, jadi dia tahu kalau lo emang benar-benar berjuang. Atau bunga Widelia, warnanya juga kuning, tangkainya pendek, biasa dijadikan penutup tanah. Kalau lo enggak mau juga, ya udah lo kasih deh bunga bangkai. Ukurannya kan besar, jadi cukup lo kasih satu aja, jadi enggak perlu dirangkai, pasti enak tuh digenggamnya, apalagi ada aromanya kan dan itu bunga langka. Tapi lo harus nyari
8.1K viewsCompletedAdded to Library 226 Times as bunga pagar
Read
+Library
Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit

Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit

Para pengawal berseragam turun dari mobil sport itu, mengeluarkan satu per satu bunga dari mobil dan menatanya dengan rapi di luar. "Kalian ngapain?" Reina berjalan ke gerbang. "Nyonya, ini dari Pak Maxime." Reina mengamati bagaimana para pengawal menata dengan rapi semua bunga itu di depan pagar. Begitu banyak bunga aster dan bunga baby-breath di depan gerbang, entah kenapa malah memberi kesan seperti sedang memberi penghormatan pada leluhur. "Dia nyumpahin aku mati?" Wajah Reina seketika jadi pucat.
9.53.5M viewsCompletedAdded to Library 129.5K Times as bunga pagar
Show Reviews (771)
Read
+Library
Aida Mahfudz
Ya Ampyuuuunnnn Thoooor..., ak Protess sebagai Pembacamu, Pembacamu itu Pinter2 Looh yah.., Macam mana Marshanda yg kata nya selalu di awasi Pengawal Liane bisa Lolos & berbuat Jahat berhari2, tau2 aja Dateng bilang dia di rumah aja.., Wah.. Pasti Marshanda keturunan Siluman kali yah Thooorrrrr !!!!
GemmmV
alur cerita nya bagus.. aku suka dan langsung masuk ke rak baca. tapi kaya nya cerita nya terlalu terbelit-belit sampe ribuan bab... jd makan koin bwanyaaakkkk banget! biasanya novel yg sekitar 500 bab aja sudah mencakup cerita kejadian dulu, sekarang, dan masa mendatang nya. intinya, terlalu terbeli
Read All Reviews
Seserahan Kebo Gerang

Seserahan Kebo Gerang

Terlihat Bu Narti berdiri di depan pagar, senyumnya kaku. “Nggih, ada apa, Bu?” tanya Dyah sopan. “Mau minta bunga mawar, Bu. Buat acara manten, kurang dua tangkai.” Dyah menarik napas pelan. “Maaf, Bu Narti. Suami saya berpesan, kalau ada yang meminta bunga mawar, jangan dikasih. Kalau boleh tahu, untuk apa ya?” “Ya buat dekorasi pengantin, cuma bunga kok, masa nggak boleh?”
472 viewsOngoingAdded to Library 11 Times as bunga pagar
Read
+Library
Satu Malam dengan Raja Naga

Satu Malam dengan Raja Naga

“Apa lagi yang lo lakuin?” Ren menunjuk bunganya. “Lo liat ini? Ini bukan jurus naga. Ini kayak... simbol kematian atau... atau harapan absurd?” Liora ikut menatap bunga itu dan mengangguk pelan. “Itu bukan bunga biasa. Itu... Bunga Malam dari Utara. Simbol peringatan dari Benteng Es. Mereka tahu kita telah bangkit.” Ren melongo. “Maksud lo… ini bunga warning?!”
101.6K viewsCompletedAdded to Library 50 Times as bunga pagar
Read
+Library
Tawanan Tuan Kama

Tawanan Tuan Kama

Dan pagi ini, Kila sudah bersiap untuk pergi lagi. Sementara itu, Bibi Aini tengah sibuk menyirami tanaman. Ada beberapa bunga yang sangat di sayang oleh Bibi Aini, seperti Sedap Malam dan juga Bougenville. Taman depan terdapat banyak bunga Sedap Malam, sedangkan taman belakang di tanami Bougenville yang sudah sangat lebat dan bunganya kerap kali berguguran di taman. Dan sekarang, Bibi Aini tengah sibuk membuang daun - daun yang sudah menguning, aroma bunga ini sangat khas dan semerbak bahkan tak heran aromanya sangat menyengat. Warga yang kerap lewat di malam hari yang tidak mengetahui keberadaan bunga ini pasti akan mengira kalau aroma semerbak ini ada kaitannya dengan hal - hal mistis.
535 viewsOngoingAdded to Library 10 Times as bunga pagar
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status