CALON MERTUAKU
Masih belum hilang juga sedihnya, cengeng sekali.
“Ayah, dah nikah lagi, Bang,” jawabnya, dan aku yang sedang membuang duri di daun pandan jadi terdiam. Baru tujuh hari, luar biasa, bagaimana kalau setahun, bisa mati jamuran Haji Yunus.
“Dengan siape?” Aku tentu penasaran siapa mertuaku yang baru ini.
“Dengan anak gadis dari desa seberang. Dah nikah tadi pagi, dah tinggal pulak di rumah tu.” Nora semakin cemberut.