Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
GARA - GARA KAKAK IPAR

GARA - GARA KAKAK IPAR

ucap Desya dengan nada mengejek. “Diam, Desya! Kamu benar-benar manusia kurang ajar! Sangat menjijikkan dan murahan, aku tidak pernah menyangka bahwa kamu sebinal ini! Bahkan harga dirimu tidak sebanding dengan sampah di selokan!” bentak Malvin, wajahnya mulai menunjukkan kemarahan yang nyata. Malvin yang mulai tersadar sepenuhnya, menyadari bahwa ia telah masuk ke dalam perangkap Desya. Ia mengulurkan tangan untuk meraih tangan Laura, namun Laura mundur, menepis tangan itu dengan tegas.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 45 Times as mertua / ipar
Read
+Library
MERTUA PELIT, MENANTU CERDIK

MERTUA PELIT, MENANTU CERDIK

MERTUA PELIT, MENANTU CERDIK "Linaaaa, itu kenapa televisi nyala malah ditinggal?!" "Ambil minum sebentar, kok, Bu, mumpung iklan." "Sebentar, sebentar! Listrik mahal jangan boros!"
103.3K viewsOngoingAdded to Library 111 Times as mertua / ipar
Read
+Library
Ibu Mertua Luar Biasa

Ibu Mertua Luar Biasa

"Kenapa wajah kamu kayak sedih gitu? Lagi menyusui gak boleh sedih-sedih, nanti ASI kamu jadi gak enak." "Mertua saya kalau datang ke rumah selalu ada saja yang dijadikan keributan. Hampir tiap hari saya bertengkar dengan suami gara-gara ibu mertua." "Ya begitulah kalau tinggal serumah, ada baiknya tinggal pisah biar mertua gak ikut campur." "Ada pepatah mengatakan, mertua baik untuk menantu baik, mertua jahat untuk menantu jahat," ucap seorang wanita paruh baya yang tiba-tiba muncul dan langsung menyahuti obrolan mereka.
1023.4K viewsCompletedAdded to Library 866 Times as mertua / ipar
Read
+Library
Kubalas Perbuatan Keluarga Suamiku

Kubalas Perbuatan Keluarga Suamiku

puji ibu mertuaku. “Dan, dia jelas tak sepadang dengan kamu, Nina. Jadi, jangan minta ya. Takutnya minder dan nggak cocok dengan lidah wanita desa sepertimu.” Mbak Mita ikut menanggapi kenyinyiran ibu mertuaku padaku. Astaga… entah terbuat dari apa mulut ipar dan mertuaku itu. Apa salahnya jadi orang desa? Bahkan, semua orang sukses juga kebanyakan dari desa dan hidup sengsara sebelumnya.
1056.5K viewsCompletedAdded to Library 1.7K Times as mertua / ipar
Read
+Library
Racun Mertua

Racun Mertua

"Saran apa? Kasih tahu dulu baru aku bisa terima atau nggak." "Menurut aku ini ya, gimana kalau kita santet aja itu adik ipar dan mertuamu." "Apaan sih. Nggak usah aneh-aneh deh. Aku nggak mau begituan," tolakku sembari tertawa. Ada-ada saja sahabatku ini. "Eh aku serius tahu. Kita buat perutnya membesar. Semakin hari semakin membesar sampai mereka ngaku," ujar Ratih antusias.
1020.6K viewsOngoingAdded to Library 680 Times as mertua / ipar
Read
+Library
MAWAR

MAWAR

Margareth melangkah mundur, wajahnya memucat melihat segerombolan pria memasuki mansion dengan penutup di wajah mereka. "Lepaskan aku! Tolong! Tolong!" Margareth berteriak, dia menggelengkan kepala saat salah satu di antara mereka menyumpal mulutnya. "Lepasbhhh..." Mereka tertawa, dua orang di antara mereka menaiki tangga lalu memeriksa setiap kamar. "Bbbhhhhhnhhh." Margareth terus menjerit, meskipun jeritannya itu terhalang oleh kain yang menyumpal mulutnya, kedua tangannya terikat sehingga menyulitkannya untuk lepas dari mereka.
105.9K viewsOngoingAdded to Library 176 Times as mertua / ipar
Read
+Library
PATUNG KUDA DI RUMAH MERTUA

PATUNG KUDA DI RUMAH MERTUA

★★★KARTIKA DEKA★★★ Bu Ipah, Iwan dan Kek Warno sudah berdiri di depan pintu gerbang, sebuah rumah megah meski bergaya klasik. Rumah itu tampak paling mencolok dibanding rumah-rumah lain di sekitarnya. Rumah itu terlihat lengang dengan aura mistis yang sangat kental. Tampak sebuah patung kuda berdiri gagah di depan rumah itu. Patung kuda berwarna coklat keemasan, dengan dua kaki depan terangkat ke atas.
1031.8K viewsCompletedAdded to Library 668 Times as mertua / ipar
Read
+Library
CALON MERTUAKU

CALON MERTUAKU

Sepertinya dia tahu desa itu. “Ya, itu mengunjungi calon mertua saya, Bu.” Terpaksa aku berbohong. Aku malas menceritakan semuanya detail pada orang yang baru dikenal. “Ya, gimana, ya, Dek. Saran Ibu, lebih baik kamu balik hari aja. Speed ini, kan berhenti terakhir di Pulau Sagu. Sambil loading penumpang, ada sekitar mungkin satu jam. Nah, selesai kamu berkunjung pulang aja, Dek, pulang. Itu saran Ibu, sepertinya kamu orang kota. Kelihatan dari gayanya.” Ibu ini menatap outfitku yang pakai baju kaus panjang agak press body dan celana jeans. Sedangkan rata-rata perempuan di dalam speed pakai jilbab.
107.9K viewsCompletedAdded to Library 205 Times as mertua / ipar
Read
+Library
KARMA MERTUA

KARMA MERTUA

Itu Sri, salah satu teman sekolahku sejak SD yang juga sahabat baikku. "Halo, Sri, tumben ..... " belum sempat kuselesaikan kalimatku untuk menggoda, dia sudah nerocos. "Ris, kamu sudah dengar belum?" katanya dengan nada heboh. "Dengar apa?" "Itu, adik iparmu si Rita." Suara Sri di microphone ponselku lumayan keras, hingga membuat ibu yang duduk di sebelahku menoleh ke arahku, entah dia bisa mendengar dengan jelas atau tidak. Perasaanku jadi tak enak dengan nada kalimat Sri, jadi kuberingsut menjauh.
915.0K viewsCompletedAdded to Library 419 Times as mertua / ipar
Read
+Library
Yang Mandul Itu Kamu, Mas!

Yang Mandul Itu Kamu, Mas!

Ketika sudah tahu apa yang mereka inginkan, aku akan langsung mengusir. "Jangan begitu pertanyaan kamu, Arumi. Walau bagaimanapun aku pernah menjadi iparmu dan ibuku juga ibumu. Kamu tahu 'kan kalau dalam ajaran agama, tidak ada yang namanya mantan ibu mertua. Kalau mantan suami, ada. Mertua juga telah menjadi mahram selamanya." Mbak Mira kembali berkata, sedangkan ibunya hanya diam saja. Masih dengan wajah yang tersenyum padaku.
1053.9K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as mertua / ipar
Read
+Library
PREV
123456
...
8
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status