Selubung Memori
Firdaus Callistakering sudah air matakumadara aku hampir matisaat air mataku mengalirdia jantung hatiku
Kami semakin berjalan, berulang kali mengedarkan pandangan, sampai tiba-tiba mendengar kicauan burung.
Tiba-tiba kami berlari. Perlahan memasuki cahaya terang.
Dan kupikir, itu tempat terindah yang pernah kulihat. Nuansa alam terdamai yang pernah kutemukan. Hewan-hewan berkumpul di sini, berbaring seolah tengah beristirahat. Burung-burung. Merpati, elang, perkutut—burung-burung ini seperti melanggar hukum rantai makanan. Ada juga hewan yang kupikirkan tidak pernah kutemui: gajah. Hewan itu sedang beristirahat, berbagi rerumputan dengan jerapah kecil. Di sekeliling gajah itu ada beri, yang sebagian buahnya sudah terjatuh. Reila menarik lenganku, menunjuk kuda beragam warna. Yang paling memuka
人気のチャプター