Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kubuat Mantan Suamiku Menyesal

Kubuat Mantan Suamiku Menyesal

“Ah… ya, kau benar. Aku tidak bohong juga pada waktu itu. Setelah beberapa bulan keadaan berubah tentunya. Kau masih ada di sini? Kunjungan yang sangat lama untuk seorang wisatawan.” “Bali penuh dengan pesona. Indonesia juga berisi kedamaian. Ayo, aku akan mengajakmu minum kopi jika tidak mengganggu pekerjaanmu. Aku punya banyak hal untuk diceritakan.” “Kopi? Aku sedang mengurangi kopi. Bagaimana sebagai pengganti satu scoop es krim.” “Hmm… baiklah, segelas kopi untukku dan es krim untukmu.” “Semua tersedia di café hotel ini. Ayo!”
1092.1K viewsCompletedAdded to Library 3.2K Times as cafe moonlight bali
Read
+Library
DESTINY ( INDONESIA )

DESTINY ( INDONESIA )

Happy Reading ***** Zeline kini telah duduk manis di salah satu kafe daerah sekitaran Seminyak. Ia memesan Lemon Ice Tea kesukaannya. Wanita berambut cokelat terang itu sedang menunggu teman lamanya yang kebetulan owner cafe yang ia datangi. Mereka sudah berjanji untuk temu kangen ketika Zeline memiliki waktu senggang di Bali.
1063.4K viewsCompletedAdded to Library 2.2K Times as cafe moonlight bali
Show Reviews (38)
Read
+Library
Nanoy
pendek trnyata ceritax ^^ mulus aja cerita mrk, gk ada konflik, gk ada org ketiga (suka si ^^), tp rasax kurang greget entah krn gk ada konflik ato jln ceritax yg singkat. best part di novel ini, first skype mrk. smp berulang2 nyimakx, baper senyam snyum, berasa zeline itu *aku wkwkwk
Ruby♡
Plotnya bagus banget thorrr, makin penasaran dengan kelanjutan ceritanya ♡♡♡ Guys jangan lupa mampir di ceritaku berjudul "Hello Ms.Joa!" Genre: Romance, Manipulatif, Mafia, Crime, Mystery. Semoga terhibur ya~~~...
Read All Reviews
NODA PERNIKAHAN

NODA PERNIKAHAN

Mas Sofyan yang biasanya menatapku datar pun hari ini terlihat sangat ramah ketika aku mengatakan niatku untuk meminjam motor matic nya. “Kita ngapain ke sini?” tanya Alana ketika aku memarkirkan motor di depan sebuah kafe yang terletak di pinggir pantai. “Mampir bentar, Al.” Lalu kugandeng tangan Alana memasuki kafe berdesain romantis dengan suguhan live music dari panggung di sudut kafe. Beberapa pelayan kafe yang mengenakan kebaya Bali dengan hiasan bunga kamboja di rambut menyambut kami dengan ramah. Aku pun membalas satu persatu senyum ramah mereka ketika menyambut kami. Kemudian memilih tempat di sudut kafe yang kebanyakan pengunjungnya adalah sepasang muda-mudi.
10149.1K viewsCompletedAdded to Library 3.3K Times as cafe moonlight bali
Read
+Library
Satu Malam Bersama Sang Pewaris

Satu Malam Bersama Sang Pewaris

Layla kini sedang bersantai dan minum teh di salah satu cafe terkenal di Beverly Hills yaitu cafe ‘Maybourne’ salah satu cafe terkenal dengan perpaduan budaya cafe Eropa-California yang terbaik bersama dengan teman nya yang tak lain model yang saat ini sedang naik daun sebagai seksama model bedanya Laysa memang selain berbakat dirinya juga berasal dari keluarga yang cukup terpandang, dia sebenarnya juga sangat menyayangi adik kecilnya itu Laysa semua berubah sejak hari itu hari di mana semua kegiatan dan persaingan itu terjadi dia tak sanggup mengatakan nya lagi. “Hai maaf aku membuatmu lama menunggu.” Berlyn yang baru saja datang kini duduk di hadapan Layla. “Tidak masalah, lagi pula aku ba
101.3K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as cafe moonlight bali
Read
+Library
Ratu Indigo VS Bad Boy

Ratu Indigo VS Bad Boy

Tanya Raga. Amira mengangguk. Dia sudah bisa melihat sekeliling sekarang. Amira baru menyadari jika cafe yang mereka datangi ternyata sangat bagus. Cafe bernuansa kayu dengan hiasan tanaman rambat dan lampu kecil yang berkelap-kelip. Tempat yang sangat cocok untuk anak muda. “Suka enggak cafenya?” Tanya Evan setelah Amira selesai melihat ke sekeliling. “Gue sempet cari di internet. Ini yang paling banyak rekomendasinya.”
1013.4K viewsCompletedAdded to Library 535 Times as cafe moonlight bali
Read
+Library
Tumbal Bulan Suro

Tumbal Bulan Suro

Ibu langsung menghampiriku yang begitu syok mendengar kabar duka tersebut. "Bu, baru tadi pagi lho, aku bertemu dengan Mas Danu. Dia pun terlihat baik-baik saja," gumamku masih tak menyangka. Ibu mengelus bahuku berusaha menguatkan. "Sekarang kamu percaya kan kalau tumbal bulan suro di kampung ini nyata?" Refleks aku menatap wajah Ibu. "Tapi tumbal itu dipersembahkan oleh siapa dan untuk siapa, Bu? Kenapa hanya di desa kita saja yang seperti ini?"
104.9K viewsCompletedAdded to Library 182 Times as cafe moonlight bali
Read
+Library
Pelet Kopi Darah Haid

Pelet Kopi Darah Haid

Sumi melaju kan pelan mobil nya, akibat jalanan yang macet membuat diri nya telat untuk datang menemui Tio. Setelah sampai di tempat tujuan, Sumi memarkirkan mobil di halaman cafe. Cafe yang bermodelkan classical dengan kaca besar yang tembus pandang. Membuat Sumi mengetahui jika Tio sudah berada di sana, dengan begitu setia menunggunya. Namun, Sumi tahu jika pelet tersebut tak akan berjalan lama, apa lagi ia sudah selesai menstruasi bulan ini.
10663 viewsCompletedAdded to Library 23 Times as cafe moonlight bali
Read
+Library
Dimanjakan sang Majikan Tampan

Dimanjakan sang Majikan Tampan

Atasan kebaya dan bawahan kain batik khas Bali, dilengkapi dengan selendang yang diikat di pinggang. “Semangat, Cahya! Full smile. Biar dapet tip banyak,” seru Mbok Komang yang juga ditugaskan lembur. Tamu sudah mulai berdatangan. Musik semakin menghentak bersamaan dengan riuhnya suasana. Cahya dan teman lainnya berkeliling sambil membawa minuman. Dia ditugasi membawa minuman margarita. Minuman cocktail beralkohol dari tequila dan lime juice.
105.3K viewsOngoingAdded to Library 211 Times as cafe moonlight bali
Read
+Library
Halte Cafe

Halte Cafe

Hingga membuat seorang pria mendongakkan kepala ke arah pintu masuk. "Selamat siang. Selamat datang di Halte Cafe," sambut Yuya sang Owner cafe. Mata pria itu sedikit menyipit tatkala melihat warna kelabu berpendar keluar dari tubuh Elea. Wanita dengan rambut diikat ke atas itu pun melangkah semakin jauh ke dalam cafe. Manik matanya berpendar ke seluruh ruangan. Dilihatnya, bahwa dindingnya berlapis batu bata cokelat. Tidak ada lampu yang digantung pada langit-langit. Melainkan sebuah tiang lampu minyak seperti London di zaman Jack The Ripper yang menyebar ke segala tempat.
2.6K viewsOngoingAdded to Library 102 Times as cafe moonlight bali
Read
+Library
Jangan Pegang, Coach

Jangan Pegang, Coach

Mereka duduk dalam diam yang nyaman, pegang kopi, dan menikmati matahari pagi yang hangat. "Raf?" "Ya?" "Aku bahagia banget." "Aku juga. Bener-bener happy." --- Mereka buka laptop di lantai ruang tamu. Beresin wedding planning spreadsheet yang masih berantakan. P*******t boards, dan vendor contract. "Oke, jadi... Venue di Bali fix. Lima belas November. Small beach ceremony, dan tamu maksimal 40 orang." kata Mey. "Catering?" "Ada dua opsi. Tapi aku lebih milih ke masakan lokal Bali dengan sentuhan modern."
1013.4K viewsCompletedAdded to Library 295 Times as cafe moonlight bali
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status